Gempa bermagnitudo 7,8 mengguncang Nepal pada Sabtu (25/4/2015). Hingga saat berita ini diturunkan, jumlah korban tewas akibat gempa mencapai 1.800 orang. Gempa yang juga mengguncang Tibet dan India ini dinyatakan sebagai yang terburuk dalam 81 tahun.
Mengapa gempa Nepal kali ini begitu mematikan? Itu adalah paduan faktor alam dan kesiapan manusianya.
Dari faktor alam, pakar gempa dari Pusat Gempa dan Mitigasi Bencana Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano, mengungkapkan bahwa jumlah lokasi pusat dan magnitudo gempa serta karakter lapisan tanah menyumbang peran besar pada keparahan dampak gempa.
Pusat gempa kali ini berada pada kedalaman 15 kilometer. Gempa memiliki mekanisme sesar naik dengan pergeseran maksimum 4 meter. Luas bidang yang bergeser 160 x 120 kilometer.
Dengan pusat gempa hanya 15 kilometer dari permukaan tanah, maka gempa ini termasuk gempa dangkal. Gempa dangkal juga pernah terjadi di Indonesia, yaitu gempa Yogyakarta pada tahun 2006. Gempa macam itu juga mengguncang Meksiko pada Mei 2014 lalu.
Aktivitas gempa mengakibatkan goncangan kuat. Goncangan pada gempa Nepal kali ini mencapai skala 9 MMI.
MMI (Modified Mercalli Intensity) menyatakan goncangan gempa dari skala 1 hingga 12. Dengan skala 9, maka gempa mengakibatkan goncangan sangat keras yang dapat menghancurkan bangungan yang dibangun tanpa kaidah rekayasa yang baik.
Goncangan pada gempa Nepal kali ini bisa sangat kuat karena pengaruh karakter tanah yang mengamplifikasi atau memperbesar gelombang gempa.
"Goncangan gempa diperkuat oleh adanya faktor amplifikasi di beberapa tempat terutama disekitar Katmandu, yang terbentuk dari lapisan tanah lunak yang dulunya berupa danau," kata Irwan kepada Kompas.com, Minggu (26/4/2015).
Berpadu dengan ketidaksiapan masyarakat setempat untuk menghadapi goncangan keras akibat gempa, maka gempa kali ini menjadi sangat mematikan.
Susan Hough, pakar gempa dari United States Geological Survey (USGS) yang bekerja untuk wilayah Nepal mengungkapkan, pemerintah Nepal sebenarnya sudah cukup peduli dengan soal gempa. Namun, masih ada masalah sumber daya untuk mewujudkan masyarakat tahan gempa.
"Orang Nepal membangun rumah dengan sumber daya yang mereka punya, mereka tidak bisa menjangkau struktur yang kuat dan rekayasa," katanya seperti dikutip Nature, Minggu.
Secara tektonik, Nepal memang salah satu negara yang paling rawan gempa. Nepal dibentuk oleh roses tumbukan lempeng benua India yang masuk dibawah benua Eurasia dengan kecepatan 45mm/tahun.
Nepal sendiri penrah diguncang gempa bermagnitudo 8 yang berdampak parah pada tahun 1984. Sejumlah 10.000 orang tewas akibat kala itu.
Indonesia lewat Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan bantuan. Namun tak kalah penting, warga Indonesia juga harus lebih waspada pada gempa. Wilayah Yogyakarta dan Bandung misalnya, punya potensi mengalami gempa yang sama dengan Nepal.
Jumat, 01 Mei 2015
Rabu, 29 April 2015
I Need Freedom!
Sore
ini aku menghabiskan waktu di cafe yang tidak jauh dari rumahku. Hanya cafe ini
yang membuatku merasa nyaman, tidak banyak orang dengan suasana yang tenang. Aku
hanya merasa bosan berada di keramaian saat ini, bisa di bilang saat ini aku
sedang melarikan diri tuntutan-tuntutan yang sama sekali membuatku merasa tidak
nyaman dan ingin ketenangan. Aku perlu waktu sendiri untuk berpikir. Berpikir mengenai
masa depanku.
Dari dulu mama selalu mengarahkanku, bukan
mengarahkan dalam arti sebenarnya tapi lebih kepada menuntut. Menuntutku untuk
melakukan sesuatu yang dia bilang demi kebaikkanku. Aku tau sebenarnya ia
melakukannya untuk kebaikkanku tetapi terkadang aku merasa ingin bebas dan
menentukan sendiri apa yang ingin aku lakukan. Seperti di SMA dulu aku disuruh
untuk mengambil kursus tertentu agar aku bisa memasuki SMA terbaik di kotaku.
Aku kembali
ke rumah pukul delapan malam, aku menuju ke ruang makan. Selera makanku hilang
karena aku bosan mendengar pembahasan yang tidak lepas dari urusan kuliah dan
universitas mana yang harus aku masuki. Maklum saja aku baru lulus dari SMA.
“dari
mana saja kamu,? bukannya belajar untuk tes masuk universitas” ucap mama
“aku
butuh waktu sendiri ma”
“kamu
kenapa? Kamu ada masalah?” tanya mama padaku
“ma
aku boleh bertanya?”
“boleh
nak, kamu mau tanya apa?”
“aku
tidak ingin kuliah di kedokteran, aku tidak yakin dan aku merasa itu bukan keinginankuyang
sebenanya, aku hanya menuruti kata-kata
mama, selama ini aku juga merasa kurang nyaman berada di jurusan sains”
“tapi
nak jurusan kedokteran itu yang paling bagus, mama yakin kamu bisa, kamu
pikirkan lagi, mama harap kamu mengambil jurusan kedokteran”
3
hari kemudian
Aku berjalan
dengan pikiran yang sedikit kacau. Aku takut mama tahu kalau aku hari ini tidak
mengerjakan tes masuk universitas dengan sungguh-sungguh. Tapi bagaimanapun aku
sudah merasa cukup umur untuk menentukan masa depanku.
Setelah
satu minggu, hasil tes masuk universitas diumumkan. Aku tau tidak akan lulus di
kedokteran, dan aku sudah menyiapkan diriku untuk menghadapi mama.
Hari
ini aku kembali ke cafe yang biasa aku kunjungi. Aku hanya sedikit takut dengan
reaksi mama nanti ketika aku memberi tahu kalau aku tidak lulus di jurusan
kedokteran. Aku kembali teringat dengan kejadian beberapa hari yang lalu di
cafe ini. Aku sedang berpikir mengenai cita-cita dan impianku, aku ingin
menjadi seorang motivator, motivator terkenal. Tapi aku yakin mama tidak
menyetujui hal tersebut karena aku pernah membicarakannya dengan mama. Mama mengatakan
bahwa tidak akan ada masa depan yang bagus kalau aku memilih menjadi motivator. aku merasa seperti dikekang oleh tuntutan mama, dan aku ingin merasakan kebebasan, kebebasan untuk menentukan masa depanku. Tapi kali ini aku yakin kalau aku bisa menjadi orang sukses. Aku pulang kerumah,
mama telah menungguku di ruang depan dengan secangkir teh dan cake kesukaanku.
“ma
tumben pulang sore, pasti tugas dikantor mama mama bawa pulang lagi ya?”
“tugas
kantor sudah selesai, kamu gak usah khawatir” ucap mama sambil tersenyum
Sejenak
suasana hening, mama membuka pembicarannya untuk mencairkan suasana, dan aku
telah siap dengan apa yang akan mama katakan.
“mama
merasa selama ini selalu menuntut kamu untuk melakukan hal yang menurut mama
baik, dan mama tau kamu merasa tidak nyaman, kali ini mama pengen kamu yang
menentukan buat masa depan kamu, mama gak bakal menuntut kamu untuk kuliah di
kedokteran”
Aku tidak
menyangka mama akan mengatakan hal tersebut, aku merasa senang karena kali ini
aku bisa bebas menentukan keinginanku terutama hal ini menyangkut masa depanku.
“ma
dari dulu aku ingin jadi motivator, motivator terkenal, aku yakin aku bisa, aku
bakalan berusaha keras” ucapku semangat
“mama
bakal doain kamu, kamu harus janji bakalan berusaha buat kesuksesan kamu”
“makasih
ya ma udah support aku buat mencapai keinginan aku”.
Aku sangat
senang karena aku mendapat dukungan dari mama, mulai hari itu aku berusaha
keras untuk mencapai keinginanku, dan saat ini aku juga sudah kuliah tentunya
bukan jurusan kedokteran, mama cukup senang karena selama kuliah indeks
prestasiku meningkat.
Selasa, 07 April 2015
PENALARAN, SILOGISME DAN ENTIMEN
PENALARAN, SILOGISME, DAN ENTIMEN
PENALARAN
Penalaran merupakan suatu corak atau cara seseorang menggunakan nalarnya dalam menarik kesimpulan sebelum akhirnya orang tersebut berpendapat dan mengemukakannya kepada orang lain.
Kesimpulan dapat ditarik melalui kegiatan proposisi, inferensi dan implikasi, serta evidensi. Seluruh kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menghubungkan fakta yang diketahui (premis umum dan khusus) agar menuju kepada suatu kesimpulan (simpulan).
Kegiatan penalaran dapat bersifat ilmiah dan non ilmiah. Dari prosesnya, penalaran dapat dibedakan menjadi:
- Penalaran induktif, yaitu proses penarikan kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum (premis umum) berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus (premis khusus).
- Penalaran deduktif, yaitu proses penarikan kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus (premis khusus) berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum (premis umum).
CARA MENGUJI DATA DAN FAKTA
Data dan informasi (premis) yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian untuk membuktikan bahwa data dan informasi (premis) tersebut adalah fakta.
Fakta artinya segala sesuatu yang tertangkap oleh indra manusia atau data keadaan nyata yang terbukti dan telah menjadi suatu kenyataan, misalnya melalui penelitian ahli atau penulis itu sendiri.
SILOGISME DAN ENTIMEN
Silogisme adalah bentuk penalaran dengan cara menghubung-hubungkan dua pernyataan yang berlainan untuk dapat ditarik simpulannya. Silogisme termasuk dalam penalaran deduktif.
Jenis silogisme:
1. Silogisme kategorial (golongan) adalah salah satu premis merupakan anggota premis yang lain.
Rumus :
Premis Umum (PU): A=B
Premis Khusus (PK): C=A
Simpulan (S): C=B
- A menyatakan semua anggota golongan tertentu
- B menyatakan sifat atau hal
- C menyatakan sesuatu atau seseorang
Contoh:
PU : Semua binatang (A) lapar (B)
PK : Harimau (C) adalah binatang (A)
S : Harimau (C) lapar (B)
2. Silogisme negatif , yaitu ada kata bukan atau tidak.
Contoh:
PU: Orang yang baik (A) selalu membantu orang lain (B)
PK: Lala (C) Bukan Orang yang baik (A)
S : Lala (C) tidak membantu orang lain (B)
3. Silogisme hipotesis adalah silogisme yang memiliki premis mayor berupa proposisi hipotesis (jika), sementara premis minor dan kesimpulannya berupa proposisi kategoris. Contoh:
PU : Jika hari ini mendung, saya akan membawa payung.
PK : Hari ini tidak mendung
S : Saya tidak akan membawa payung
4. Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh:
PU : Lala bermain di halaman atau dalam rumah
PK : Lala bermain di dalam rumah
S : Lala tidak bermain di halaman
5. Entimen adalah suatu silogisme yang tidak mempunyai premis mayor karena premis mayor itu sudah diketahui secara umum, yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.
Rumus: C=B karena C=A
Contoh:
PU : Semua kucing (A) lucu (B)
PK : Kitty (C) adalah kucing (A)
S : Kitty (C) lucu (B)
Bentu Entimennya:
Kitty lucu karena ia adalah kucing (C=B karena C=A).
PENALARAN
Penalaran merupakan suatu corak atau cara seseorang menggunakan nalarnya dalam menarik kesimpulan sebelum akhirnya orang tersebut berpendapat dan mengemukakannya kepada orang lain.
Kesimpulan dapat ditarik melalui kegiatan proposisi, inferensi dan implikasi, serta evidensi. Seluruh kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menghubungkan fakta yang diketahui (premis umum dan khusus) agar menuju kepada suatu kesimpulan (simpulan).
Kegiatan penalaran dapat bersifat ilmiah dan non ilmiah. Dari prosesnya, penalaran dapat dibedakan menjadi:
- Penalaran induktif, yaitu proses penarikan kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum (premis umum) berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus (premis khusus).
- Penalaran deduktif, yaitu proses penarikan kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus (premis khusus) berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum (premis umum).
CARA MENGUJI DATA DAN FAKTA
Data dan informasi (premis) yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian untuk membuktikan bahwa data dan informasi (premis) tersebut adalah fakta.
Fakta artinya segala sesuatu yang tertangkap oleh indra manusia atau data keadaan nyata yang terbukti dan telah menjadi suatu kenyataan, misalnya melalui penelitian ahli atau penulis itu sendiri.
SILOGISME DAN ENTIMEN
Silogisme adalah bentuk penalaran dengan cara menghubung-hubungkan dua pernyataan yang berlainan untuk dapat ditarik simpulannya. Silogisme termasuk dalam penalaran deduktif.
Jenis silogisme:
1. Silogisme kategorial (golongan) adalah salah satu premis merupakan anggota premis yang lain.
Rumus :
Premis Umum (PU): A=B
Premis Khusus (PK): C=A
Simpulan (S): C=B
- A menyatakan semua anggota golongan tertentu
- B menyatakan sifat atau hal
- C menyatakan sesuatu atau seseorang
Contoh:
PU : Semua binatang (A) lapar (B)
PK : Harimau (C) adalah binatang (A)
S : Harimau (C) lapar (B)
2. Silogisme negatif , yaitu ada kata bukan atau tidak.
Contoh:
PU: Orang yang baik (A) selalu membantu orang lain (B)
PK: Lala (C) Bukan Orang yang baik (A)
S : Lala (C) tidak membantu orang lain (B)
3. Silogisme hipotesis adalah silogisme yang memiliki premis mayor berupa proposisi hipotesis (jika), sementara premis minor dan kesimpulannya berupa proposisi kategoris. Contoh:
PU : Jika hari ini mendung, saya akan membawa payung.
PK : Hari ini tidak mendung
S : Saya tidak akan membawa payung
4. Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh:
PU : Lala bermain di halaman atau dalam rumah
PK : Lala bermain di dalam rumah
S : Lala tidak bermain di halaman
5. Entimen adalah suatu silogisme yang tidak mempunyai premis mayor karena premis mayor itu sudah diketahui secara umum, yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.
Rumus: C=B karena C=A
Contoh:
PU : Semua kucing (A) lucu (B)
PK : Kitty (C) adalah kucing (A)
S : Kitty (C) lucu (B)
Bentu Entimennya:
Kitty lucu karena ia adalah kucing (C=B karena C=A).
Selasa, 30 Desember 2014
5 STRATEGI AGAR TAK BERLAPAR-LAPAR SAAT DIET
5 STRATEGI AGAR TAK BERLAPAR-LAPAR
SAAT DIET
Kenyang lebih lama adalah salah satu kunci sukses untuk
menurunkan berat badan. Kenyang lebih lama dapat membantu Anda mengendalikan
napsu makan. Mengingat saat lapar seseorang akan cenderung menyantap semua
makanan yang ada di depan mata, terlepas dari sehat atau tidaknya makanan
tersebut.
5-Strategi-agar-Tak-Berlapar-lapar-saat-Diet
Sering lapar tak baik untuk Diet Anda.Ada beberapa alasan
mengapa berlapar-lapar itu tidak akan membantu usaha Anda menurunkan berat
badan, di antaranya:
Saat lapar, Anda akan cenderung makan lebih cepat dan dalam
jumlah besar, sehingga membuat tubuh kelebihan kalori yang berpotensi menjadi
timbunan lemak.Semakin lama Anda lapar, maka rasa lapar itu akan semakin parah.
Ironisnya, Anda pun membutuhkan makanan yang lebih banyak agar rasa lapar itu
bisa berkurang.
Ketika Anda terlalu sering merasa lapar, makanan bisa
menjadi hal yang paling dominan dalam pikiran Anda. Dalam tingkat yang lebih
parah, Anda akan terobsesi pada makanan dan tidak ada pikiran lain selain makan
dan makan.Sering lapar juga bisa memperlambat metabolisme tubuh. Seperti kita
ketahui bahwa untuk memaksimalkan pembakaran lemak, metabolisme harus
ditingkatkan bukan malah diperlambat.
Dari keempat alasan di atas, menempatkan diri dalam kondisi
berlapar-lapar saat diet sangat kontraproduktif dengan tujuan diet itu sendiri.
5 strategi sehat yang bisa Anda
terapkan agar Anda bisa merasakan kenyang lebih lama.
Sarapan Makanan Kaya
Serat
Mengonsumsi makanan kaya serat saat sarapan bisa menjadi
awal yang baik untuk menurunkan berat badan. Selain melancarkan pencernaan,
makanan berserat juga membantu perut kenyang lebih lama.
Contoh makanan berserat antara lain, sereal, oatmeal,
kacang-kacangan, salad buah, yoghurt dan masih banyak lagi.
Konsumsi Makanan
Tinggi Protein
Makanan dengan kandugan protein yang tinggi dicerna lebih
lambat di dalam tubuh, memberikan energi lepas berkala, dan membuat perut
kenyang lebih lama. Makanan yang mengandung protein tinggi bisa Anda dapatkan
pada daging bebas lemak, ikan, dada ayam, protein shakes, kedelai dan
olahannya, dan lain sebagainya.
Ngemil Sehat
Siapa bilang orang diet tidak boleh ngemil? Orang diet
justru dianjurkan untuk ngemil. Asalkan camilan yang dikonsumsi rendah
karbohidrat dan tinggi protein. Contoh camilan sehat saat diet adalah kacang
rebus, almond, yoghurt, buah dan sayuran segar, dan berbagai makanan lain yang
mengandung protein tinggi dan praktis dibawa ke mana saja.
Makan lebih Sering
dalam Porsi Kecil
Pola makan 5-6 kali dalam sehari dalam porsi kecil dan
rendah kalori sangat dianjurkan untuk memaksimalkan program diet. Pola makan
ini masih lebih baik daripada Anda makan 3 kali sehari dalam porsi besar dan
berkalori tinggi.
Dengan makan lebih sering maka perut Anda tidak akan sempat
merasakan lapar. Makan lebih sering juga efektif untuk meningkatkan metabolisme
tubuh, sehingga Anda bisa membakar kalori lebih banyak sepanjang hari.
Perbanyak Minum
Ada dua alasan penting mengapa memperbanyak minum sangat
dianjurkan saat berdiet: Pertama, air minum dapat memastikan perut Anda dalam
keadaan kenyang. Terkadang perut tidak bisa membedakan antara rasa lapar dan
haus. Oleh karena itu dianjurkan untuk minum beberapa gelas air sebelum mulai
makan.
Kedua. Air minum dapat membantu melancarkan pencernaan
bersama dengan serat yang Anda konsumsi, sekaligus mencegah gangguan pencernaan
yang kerap dihadapi oleh orang-orang yang sedang berdiet, yakni sembelit.
PENGARUH INDIVIDU DALAM PERILAKU KONSUMEN
Perilaku
Konsumen adalah perilaku dari konsumen dari mulai mencari, membeli,
menggunakan, mengevaluasi serta mengganti produk barang dan jasa yang sesuai harapan dan dapat
memuaskan kebutuhan konsumen.
Faktor-faktor yang mempengaruhi individu:
1.
Faktor Sosial
a.
Group
sikap dan perilaku individu banyak dipengaruhi oleh
kelompok-kelompok kecil. Dimana kelompok tersebut secara langsung (primary
groups) dan tidak langsung (secondary groups) yang mempunyai interaksi satu
dengan yang lain sehingga group memiliki peran dalam mempengaruhi individu
dalam pembelian.
b.
Keluarga
keluarga mempunyai
peran terbesar dalam mempengaruhi individu dalam pembelian suatu produk karena keluarga pula yang mempunyai
peran paling banyak dalam interaksi seorang individu.
c.
Peran dan status
peran
merupakan aktivitas yang diharapkan seseorang sesuai orang-orang dalam
lingkungan sekitarnya. Tiap peran membawa sebuah status yang merefleksikan
penghargaan umum yang diberikan oleh masyarakat.
2.
Faktor Personal
a. Keadaan
ekonomi
keadaan ekonomi akan
mempengaruhi pilihan produk seorang individu, dimana dengan situasi tersebut
seseorang akan melakukan keputusan terhadap produk mana yang akan ia beli yang
terjangkau dengan keadaan ekonominya pada saat ini.
b. Gaya
hidup
gaya hidup seseorang akan
membentuk pola kehidupan yang membentuk aktivitasnya, dimana seseorang dapat
mengekspresikan dengan menunjukkan ketertarikan dan opini terhadap suatu
produk.
c. Umur
seseorang akan merubah
pilihan produknya seiring dengan siklus kehidupannya. Umur tentulah memiliki
peran penting dalam mengambil keputusan untuk tetap pada suatu produk atau
menggantinya dengan yang lebih terasa manfaatnya.
d. Pekerjaan
pekerjaan seseorang
mempengaruhi pembelian, perbedaan dalam pekerjaan akan berbeda pula pembeliannya.
3.
Faktor Psikologis
a. Motivasi
kebutuhan yang mendorong
seseorang untuk mencari produk yang sesuai dengan kebutuhannya. Ketika satu
level kebutuhan terpenuhi maka seseorang akan mencari sesuatu yang ada
memuaskan kebutuhannya pada level selanjutnya (teori marslow).
b. Persepsi
presepsi seorang konsumen
akan mempengaruhi dia dalam pembelian suatu produk. Seorang konsumen akan
menerjemahkan setiap informasi yang ia dapat yang kemudian akan membentuk suatu
opini yang kuat terhadap suatu produk sehingga mempengaruhi keputusan yang akan
diambil dalam pembelian suatu produk.
c. Pembelajaran
pembelajaran adalah
proses mempelajari, memperhatikan, menyimpulkan suatu hal yang terus berkembang
dan berubah seiring informasi terbaru yang ia terima.
4.
faktor kultur
a. sub
kultur
sekelompok orang yang
memiliki kesamaan agama, daerah atau bangsa seseorang.
b. kelas
sosial
penggelompokkan individu
berdasarkan suatu kesamaan sesuai dengan kelas sosial dimana dia berada.
Manusia dibagi Kedalam 3 Tipe Tubuh Yang Berbeda
Manusia dibagi Kedalam 3 Tipe Tubuh
Yang Berbeda
Manusia memiliki bentuk dan tipe tubuh yang berbeda satu
sama lain. Perbedaan mencolok dapat dilihat antara pria dan wanita. Adalah
William H. Sheldon, seorang ahli psikologi di Amerika yang menggagas dan
memperkenalkan teori “somotype” yang membagi manusia ke dalam 3 tipe tubuh yang
berbeda. Teori Sheldon ini menjadi pedoman dalam penelitian tentang berat
badan, olahraga, dan bodybuilding.
Karakter tubuh setiap orang mungkin akan masuk kedalam
beberapa tipe yang ada, tidak hanya satu tipe saja. Sheldon membedakan tipe
tubuh ke dalam 3 kategori, yaitu: Ectomorph, Mesomorph, dan Endomorph.
Berikut ini adalah 3 tipe tubuh yang disebutkan:
Ectomorph
Ectomorph adalah bentuk tubuh yang kurus dan agak sulit
untuk membangun otot di tubuh semacam ini. Pertumbuhan berat badan dan otot
membutuhkan kesabaran karena memakan waktu lebih lama untuk mencapai dan sulit
untuk mempertahankannya.
Tipe ectomorph ini sangat ramping dengan hanya sedikit lemak
tubuh dan massa otot. Tipe tubuh ini cocok untuk menjadi atlet dengan keahlian
seperti lari maraton jarak jauh atau model. Tipe ectomorph harus memakan lebih
banyak kalori dalam diet untuk menambah berat badan.
Tips latihan: lakukan lebih banyak latihan beban untuk
membangun otot dengan sedikit repetisi dan beban yang berat. Waktu istirahat
harus cukup banyak, pisahkan waktu latihan 2 sampai 3 hari untuk istirahat
menuju latihan berikutnya.
Mesomorph
Ini adalah tipe tubuh idaman. Mesomorph adalah bentuk tubuh
yang atletis dengan tubuh padat dan berotot dengan tampilan yang kekar. Tipe
tubuh ini biasanya paling mudah membentuk tubuh dan mendapatkan massa otot
optimal.
Rekomendasi latithan: latihan beban sebanyak minimal 3 kali
per minggu dan aerobik setiap hari atau pada hari tertentu. Prioritaskan
latihan untuk mencapai tujuan Anda.
Endomorph
Karakter tubuh endomorph biasanya ditunjukan pada mereka
yang memiliki bentuk badan yang bulat, gempal dan biasanya bertubuh besar.
Orang dengan tipe tubuh ini sulit untuk menurunkan berat badan. Diet sehat dan
olahraga teratur sangat penting untuk dilakukan oleh orang yang memiliki tipe
tubuh ini. Porsi makanan harus lebih kecil dan lebih sering, tetapi dengan gizi
yang seimbang. Makan setiap 3 jam sekali atau sebanyak 6 kali sehari untuk
melancarkan metabolisme. Kurangi karbohidrat dan perbanyak protein dalam diet.
Rekomendasi latihan: latihan aerobik secara teratur seperti
berjalan kaki, jogging, bersepeda. Lari selama 30 menit per hari sebanyak 5
kali seminggu. Lakukan juga latihan beban secara rutin 4-5 kali per minggu
dengan istirahat yang cukup antar sesi latihan.
Sumber : duniafitnes.com
Sikap, Motivasi dan Konsep Diri. Kepribadian, Nilai dan Gaya Hidup
Sikap, Motivasi dan Konsep Diri
Dalam factor personal terdapat motivasi yaitu dorongan internal untuk melakukan tindakan sesuatu sebagai usaha pemenuhan kebutuhan. Memahami motivasi seseorang tidaklah mudah. Karena keadaan itu merupakan situasi yang sifatnya sangat pribadi. Di samping itu, terlalu banyak variable yang mempengaruhinya. Banyak teori di kembangkan untuk menjelaskan motivasi. Teori motivasi paling di kenal adalah teori kognitif tentang kebutuhan manusia dari Abraham H. Maslow (1973) dan Herzberg. Menumbuhkan kepercayaan seseorang berarti juga membentuk sikapnya. Tingkatan kepercayaan seseorang menentukan citra terhadap suatu objek sebagai dasar sikap untuk melakukan suatu tindakan. Menurut Mowen dan Minor kepercayaan konsumen adalah pengetahuan konsmen mengenai suatu objek, atributnya, manfaatnya. Berikut adalah beberapa karakteristik sikap antara lain :
• Sikap positif, negatif, netral
• Keyakinan sikap
• Sikap memiliki objek
• Konsistensi sikap
• Resistensi sikap
Empat fungsi sikap yang bisa digunakan oleh pemasar sebagai metode untuk mengubah sikap konsumen terhadap produk dan atributnya menurut Daniel Katz antara lain :
• Fungsi utilitarian
• Fungsi mempertahankan ego
• Fungsi ekspresi nilai
• Fungsi pengetahuan
Pengertian Sikap, Motivasi, dan Konsep Diri
• Sikap
Kata sikap (attitude), berasal dari bahasa Italia attitudine yaitu “Manner of placing or holding the body, and Way of feeling, thinking or behaving”. Sikap adalah cara menempatkan atau membawa diri, atau cara merasakan, jalan pikiran, dan perilaku. Berikut ini adalah pengertian sikap dari beberapa para ahli yaitu : Menurut Thomas (1918) dan Znanieck (1974), sikap adalah kondisi mental yang kompleks yang melibatkan keyakinan dan perasaan, serta disposisi untuk bertindak dengan cara tertentu. Menurut pandangan mereka dua hal yang harus diperhitungkan pada saat membahas kehidupan dan perubahan sosial adalah sikap individu dan budaya objektif (objective cultural).
• Motivasi
Kata motivasi berasal dari Bahasa Inggris adalah “Motivation”. Perkataan asalnya ialah “Motive” yang juga telah dipinjam oleh Bahasa Melayu atau Bahasa Malaysia kepada “Motif” yang artinya tujuan. Jadi, motivasi adalah sesuatu yang menggerakan atau mengarahkan tujuan seseorang dalam tindakan-tindakannya secara negatif atau positif untuk mencapai tujuannya. Selain itu, ada tiga elemen utama dalam motivasi antara lain : intensitas, arah, dan ketekunan. Pengertian motivasi menurut beberapa ahli : Menurut Cropley (1985), Motivasi dapat dijelaskan sebagai “tujuan yang ingin dicapai melalui perilaku tertentu”. Menurut Wlodkowski (1985) menjelaskan, motivasi sebagai suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, dan yang memberi arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut.
• Konsep Diri
Konsep diri merupakan suatu bagian yang penting dalam setiap pembicaraan tentang kepribadian manusia. Pengertian konsep diri menurut beberapa ahli : Menurut Stuart dan Sudeen (1998), konsep diri adalah semua ide, pikiran, kepercayaan dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain. Hal ini temasuk persepsi individu akan sifat dan kemampuannya, interaksi dengan orang lain dan lingkungan, nilai-nilai yang berkaitan dengan pengalaman dan objek, tujuan serta keinginannya.
Komponen Sikap dan Sifat Sikap
Komponen yang secara bersama-sama membentuk sikap yang utuh (total attitude) yaitu :
1. Kognitif (cognitive)
2. Afektif (affective)
3. Konatif (conative)
Sikap memiliki beberapa karakteristik, antara lain : arah, intensitas, keluasan, konsistensi dan spontanitas (Assael, 1984 dan Hawkins dkk, 1986). Karakteristik dan arah menunjukkan bahwa sikap dapat mengarah pada persetujuan atau tidaknya individu, mendukung atau menolak terhadap objek sikap. Karakteristik intensitas menunjukkan bahwa sikap memiliki derajat kekuatan yang pada setiap individu bisa berbeda tingkatannya. Karakteristik keluasan sikap menunjuk pada cakupan luas mana kesiapan individu dalam merespon atau menyatakan sikapnya secara spontan. Dari definisi yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa sikap adalah suatu bentuk evaluasi perasaan dan kecenderungan potensial untuk bereaksi yang merupakan hasil interaksi antara komponen kognitif, afektif dan konatif yang saling bereaksi di dalam memahami, merasakan dan berperilaku terhadap suatu objek.
Pada dasarnya, usaha memahami perilaku konsumen perusahaan yang merupakan kunci sukses pemasaran, tidak sesederhana memahami tiga unsur pokok di atas. Ketiga unsur tersebut merupakan suatu simplifikasi yang komplek dari konsumen. Karena untuk mengetahui kebutuhan dan kemauan untuk membelanjakan uang dari konsumen, perusahaan harus meneliti jumlah produk, kapan, dengan siapa, dan bagaimana produk tersebut dibeli dan dikonsumsi oleh konsumen. Selain itu perusahaan harus meneliti kegiatan konsumen yang tidak kasat mata seperti nilai, keinginan, persepsi, bagaimana mereka memproses informasi dan mengevaluasi alternative produk, sampai pada bagaimana perasaan konsumen dalam memiliki proses pengambilan keputusan pembelian, konsumen dipengaruhi oleh banyak faktor baik yang berasal dari dalam dirinya seperti persepsi, motivasi, emosi, dan kepribadian, maupun yang berasal dari luar dirinya seperti, budaya, nilai, status social, kelompok, rumah tangga, dan kegiatan pemasaran. Faktor internal dan eksternal tersebut mempengaruhi sikap dan gaya hidup konsumen yang pada akhirnya mempengaruhi kebutuhan sehari-harinya.
Kepribadian, Nilai dan Gaya Hidup
1. Kepribadian
Kepribadian merupakan ciri watak seorang individu yang konsisten yang mendasari perilaku individu. Kepribadian sendiri meliputi kebiasaan, sikap, dan sifat lain yang khas dimiliki seseorang. Tapi kepribadian berkembang jika adanya hubungan dengan orang lain. Kepribadian sendiri memiliki banyak segi dan salah satunya adalah self atau diri pribadi atau citra pribadi. Mungkin saja konsep diri aktual individu tersebut (bagaimana dia memandang dirinya) berbeda dengan konsep diri idealnya (bagaimana ia ingin memandang dirinya) dan konsep diri orang lain (bagaimana dia mengganggap orang lain memandang dirinya). Keputusan membeli dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahap daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup serta kepribadian dan konsep diri pembeli.
2. Nilai
Nilai (value) merupakan kata sifat yang selalu terkait dengan benda, barang, orang atau hal-hal tertentu yang menyertai kata tersebut. Nilai adalah sebuah konsep yang abstrak yang hanya bisa dipahami jika dikaitkan dengan benda, barang, orang atau hal-hal tertentu. Pengkaitan nilai dengan hal-hal tertentu itulah yang menjadikan benda, barang atau hal-hal tertentu dianggap memiliki makna atau manfaat. Dengan demikian yang dimaksudkan dengan nilai adalah prinsip, tujuan, atau standar sosial yang dipertahankan oleh seseorang atau sekelompok orang (masyarakat) karena secara intrinsik mengandung makna.
3. Gaya Hidup
Plummer (1983) gaya hidup adalah cara hidup individu yang di identifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam hidupnya (ketertarikan) dan apa yang mereka pikirkan tentang dunia sekitarnya. Adler (dalam Hall & Lindzey, 1985) menyatakan bahwa gaya hidup adalah hal yang paling berpengaruh pada sikap dan perilaku seseorang dalam hubungannya dengan 3 hal utama dalam kehidupan yaitu pekerjaan, persahabatan, dan cinta sedangkan Sarwono (1989) menyatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi gaya hidup adalah konsep diri. Oleh karena itu banyak diketahui macam gaya hidup yang berkembang di masyarakat sekarang misalnya gaya hidup hedonis, gaya hidup metropolis, gaya hidup global dll.
Faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup
Menurut pendapat Amstrong (dalam Nugraheni, 2003) gaya hidup seseorang dapat dilihat dari perilaku yang dilakukan oleh individu seperti kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan atau mempergunakan barang-barang dan jasa, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada penentuan kegiatan-kegiatan tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup seseorang ada 2 faktor yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu (internal) dan faktor yang berasal dari luar (eksternal).
Faktor internal dijelaskan oleh Nugraheni (2003) sebagai berikut :
1. Sikap
Sikap berarti suatu keadaan jiwa dan keadaan pikir yang dipersiapkan untuk memberikan tanggapan terhadap suatu objek yang diorganisasi melalui pengalaman dan mempengaruhi secara langsung pada perilaku.
2. Pengalaman dan pengamatan
Pengalaman dapat mempengaruhi pengamatan sosial dalam tingkah laku, pengalaman dapat diperoleh dari semua tindakannya dimasa lalu dan dapat dipelajari, melalui belajar orang akan dapat memperoleh pengalaman.
3. Kepribadian
Kepribadian adalah konfigurasi karakteristik individu dan cara berperilaku yang menentukan perbedaan perilaku dari setiap individu.
4. Konsep diri
Faktor lain yang menentukan kepribadian individu adalah konsep diri. Konsep diri sebagai inti dari pola kepribadian akan menentukan perilaku individu dalam menghadapi permasalahan hidupnya, karena konsep diri merupakan frame of reference yang menjadi awal perilaku.
5. Motif
Perilaku individu muncul karena adanya motif kebutuhan untuk merasa aman dan kebutuhan terhadap prestise merupakan beberapa contoh tentang motif.
6. Persepsi
Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengatur, dan menginterpretasikan informasi untuk membentuk suatu gambar yang berarti mengenai dunia.
Adapun faktor eksternal dijelaskan oleh Nugraheni (2003) sebagai berikut :
1. Kelompok referensi
Kelompok referensi adalah kelompok yang memberikan pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap sikap dan perilaku seseorang. Pengaruh-pengaruh tersebut akan menghadapkan individu pada perilaku dan gaya hidup tertentu.
2. Keluarga
Keluarga memegang peranan terbesar dan terlama dalam pembentukan sikap dan perilaku individu. Hal ini karena pola asuh orang tua akan membentuk kebiasaan anak yang secara tidak langsung mempengaruhi pola hidupnya.
3. Kelas sosial
Kelas sosial adalah sebuah kelompok yang relatif homogen dan bertahan lama dalam sebuah masyarakat, yang tersusun dalam sebuah urutan jenjang, dan para anggota dalam setiap jenjang itu memiliki nilai, minat, dan tingkah laku yang sama. Ada dua unsur pokok dalam sistem sosial pembagian kelas dalam masyarakat, yaitu kedudukan (status) dan peranan.
4. Kebudayaan
Kebudayaan yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kebiasaan-kebiasaan yang diperoleh individu sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan terdiri dari segala sesuatu yang dipelajari dari pola-pola perilaku yang normatif, meliputi ciri-ciri pola pikir, merasakan dan bertindak.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup berasal dari dalam (internal) dan dari luar (eksternal). Faktor internal meliputi sikap, pengalaman dan pengamatan, kepribadian, konsep diri, motif , dan persepsi. Gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya. Pemasar mencari hubungan antara produknya dengan kelompok gaya hidup konsumen.
Contoh
Pelanggan yang sangat puas mampu menjadikan konsumen lebih setia, membeli lebih banyak jika perusahaan memperkenalkan produk baru dan menyempurnakan produk yang ada, memberikan komentar yang menguntungkan tentang perusahaan dan produknya, kurang memberikan perhatian pada merek dan iklan pesaing serta kurang sensitif terhadap harga, Memberikan gagasan produk/jasa pada perusahaan, dan membutuhkan biaya pelayanan yang lebih kecil daripada pelanggan baru karena transaksi menjadi rutin.
Langganan:
Postingan (Atom)