Sekarang sudah banyak orang
yang tahu bahwa untuk berhasil tentu harus memiliki suatu tujuan atau impian,
tetapi masih ada orang yang tidak melakukan tindakan untuk meraih
mimpi-mimpinya itu.
Mempunyai sasaran dengan alasan
yang kuat atas apa yang kita lakukan – entah bersifat finansial atau bukan –
barulah setengah dari perjalanan untuk menyelesaikan sesuatu. Agar benar-benar
tergerak untuk berbuat sesuatu, kita membutuhkan suatu dorongan yang berasal
dari dalam diri, yang dalam hal ini kita sebut sebagai filsafat kehidupan.
Membuat filsafat hidup kita sendiri akan mendorong dan memastikan bahwa kita
benar-benar melakukan apa yang ingin dan perlu di lakukan untuk mencapai
sasaran itu.
Filsafat kehidupan adalah
pendekatan terhadap apa yang ingin kita lakukan dalam hidup – bagaimana kita
akan melakukannya.
Filsafat hidup menentukan arah,
membangkitkan kesadaran dan mengerakkan diri kita untuk membuat
perencanaan-perencanaan guna merealisasikan sasaran.
Filsafat hidup ini akan
membimbing kita dalam menjalani kehidupan seperti yang kita inginkan dan
butuhkan.
Setiap orang seharusnya mempunyai
minimal satu filsafat hidup, ini perlu di tuliskan agar kita bisa membacanya
lagi dan lagi, sehingga kita selalu ingat. Dengan menuliskan akan
merealisasikan pemikiran dan mendorong kita memikirkan gagasan dengan lebih
jelas. Setiap pemikiran yang di realisasikan akan memotivasi tindakan positif.
Membuat filsafat ini harus di
sesuaikan dengan sifat-sifat diri kita dan selaras dengan sasaran hidup kita
sehingga menjamin kita sampai pada tujuan kita.
Saya telah menyusun beberapa filsafat hidup saya sendiri,
yang mana dapat saya uraikan sebagai berikut :
1.
Sikap positif
Apakah sebuah gelas setengah
kosong atau setengah penuh tergantung pada cara kita memandang isi gelas itu.
Dengan sikap positif saya memandang bahwa gelas itu setengah penuh. Saya pecaya
bahwa setiap masalah itu pasti ada solusinya. Ketika saya menjalankan prinsip
ini saya menjadi mampu untuk mengatasi berbagai masalah, hambatan dan
rintangan, dan sekarang saya tidak perlu takut dan cemas lagi dalam menjalani
kehidupan ini. Sikap merupakan pilihan, dan saya memilih untuk bersikap positif
terhadap apa pun yang saya temui.
2. Percaya pada diri sendiri
Saya telah melatih diri saya
selama bertahun-tahun untuk percaya pada diri saya sendiri. Saya melakukan ini
karena saya tahu kelebihan dan kekurangan diri saya, dan kini saya menjalani
hidup saya sesuai dengan kekuatan, kemampuan dan potensi yang saya miliki. Saya
mau menjadi diri saya sendiri, bukan menjadi diri orang lain.
Melalui pembelajaran yang saya
peroleh, saya menemukan bahwa kunci keberhasilan seseorang adalah terletak pada
Kepercayaan pada diri sendiri, di mana kepercayaan ini muncul bila kita telah
mampu menerima keberadaan diri kita sendiri.
3. Berani mengambil resiko
Sasaran-sasaran yang telah kita
tetapkan akan terwujud kalau kita berani mengambil tindakan dan berani
mengambil resiko terhadapnya. Kalau kita sudah percaya pada sasaran kita,
resiko itu pasti bisa kita atasi. Kita menjadi gigih dan tidak mudah putus asa
ketika mengalami kegagalan.
Kalau dulu saya tidak berani
melepaskan jabatan saya sebagai Dirut BPR, mungkin saya tidak bisa menjadi
trainer dan penulis buku seperti sekarang ini. Saya beranikan diri untuk
menempatkan diri saya pada posisi yang sulit agar saya bisa berkonsentrasi
penuh pada sasaran saya. Saya percaya bahwa kegagalan itu hanyalah bersifat
sementara, dan masa-masa sulit itu justru yang bisa membuat diri saya semakin
tangguh. Menurut pandangan saya bahwa gagal itu tidak ada kecuali kita berhenti
mengupayakan tercapainya sasaran kita sendiri. Bila kita masih terus berjuang,
maka itu bukan berarti gagal, itu adalah proses yang harus kita lalui.
4. Damai dan tenang
Di dalam alkitab di tuliskan :
Tuhan tidak menghendaki kekacauan, tetapi Damai Sejahtera. Saya percaya untuk
mencapai keberhasilan kita perlu merasa damai dan tenang terlebih dahulu,
barulah ide-ide atau gagasan-gagasan yang kreatif akan muncul. Oleh karena itu
sejak beberapa tahun yang lalu saya mulai menjalani hidup saya yang damai dan
tenang. Saya mengupayakan kedamaian dan ketenangan ini dengan berlatih
relaksasi dan meditasi. Secara perlahan tapi pasti, saya mengupayakan untuk
melepaskan ego saya sendiri, saya belajar untuk menjadi sabar, saya belajar
untuk tidak berprasangka buruk, belajar menerima keadaan apa adanya. Saya
merasakan sendiri bahwa kedamaian dan ketenangan ini banyak membantu dalam
kehidupan saya saat ini.
5. Melayani dengan sebaik-baiknya
Dalam hidup ini kita memang harus
melayani, sebab melalui pelayanan inilah kita bisa hidup sukses dan bahagia.
Prinsip ini saya aplikasikan dalam hidup saya saat ini, karena saya percaya
kalau kita mau sukses kita harus memberi terlebih dahulu, barulah kita akan
menerima. Kita tidak mungkin menerima sebelum kita memberi. Kepada klien-klien,
saya berusaha memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya, dengan begitu saya juga
akan mendapatkan yang terbaik.
Inilah 5 hal yang menjadi
filsafat hidup saya saat ini, dan ini lah yang mengarahkan saya untuk melakukan
tindakan-tindakan yang di perlukan.
Sekarang saat bagi anda menyusun
filsafat hidup anda sendiri. Luangkan waktu untuk menggali dan menemukan
sifat-sifat yang sesuai dengan filsafat hidup anda; selaraskan dengan
sasaran hidup atau tujuan tertinggi yang ingin anda capai dan kemudian tuliskan
filsafat hidup ini dan bawalah kemanapun anda pergi. Filsafat hidup ini
sebaiknya di susun hingga sempurna, sesuai dengan jiwa kita dan tidak ada benturan-benturan
di dalam diri sendiri. Bila benturan itu masih terjadi, tentu kita harus segera
memperbaikinya. Intinya bahwa filsafat hidup ini seharusnya bebas dari
konflik-konflik internal – di dalam diri dan memotivasi.
Selanjutnya bacalah setiap hari –
di pagi hari – sebelum anda mulai bekerja, renungkan apa yang bisa anda lakukan
hari ini. Di malam hari bacalah kembali dan renungkan apa yang akan anda
kerjakan esok hari. Bila filsafat hidup ini telah meresap di dalam jiwa kita,
dia akan menjadi sebuah sistem kita, dan secara otomatis kita akan bersikap
sesuai dengan nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar