Sabtu, 24 Oktober 2015

Istilah – istilah dari Para Ahli Mengenai Utilitarianisme (Tulisan)

Menurut (Salam, 1997: 76).
Utilitarianisme secara etimologi berasal dari bahasa Latin dari kata Utilitas, yang bearti useful, berguna, berfaedah dan menguntungkan. Jadi paham ini menilai baik atau tidaknya, susila atau tidak susilanya sesuatu, ditinjau dari segi kegunaan atau faedah yang didatangkannya

Menurut (Mangunhardjo, 2000: 228).
secara terminology utilitarianisme merupakan suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan. Sebaliknya, yang jahat atau buruk adalah yang tidak bermanfaat, tak berfaedah, merugikan. Karena itu, baik buruknya perilaku dan perbuatan ditetapkan dari segi berguna, berfaedah, dan menguntungkan atau tidak

Menurut Jhon Stuart Mill
sebagaimana dikutip Jalaluddin Rakhmat Utilitarianisme adalah aliran yang menerima kegunaan atau prinsip kebahagiaan terbesar sebagai landasan moral, berpendapat bahwa tindakan benar sebanding dengan apakah tindakan itu meningkatkan kebahagiaan, dan salah selama tindakan itu menghasilkan lawan kebahagiaan. Sedangkan kebahagiaan adalah kesenangan dan hilangnya derita; yang dimaksud dengan ketakbahagiaan adalah derita dan hilangnya kesenangan.

Menurut (Rakhmat, 2004: 54)
Utilitarianisme merupakan pandangan hidup bukan teori tentang wacana moral. Moralitas dengan demikian adalah seni bagi kebahagiaan individu dan sosial. Dan kebahagiaan atau kesejahteraan pemuasan secara harmonis atas hasrat-hasrat individu (Aiken, 2002: 177-178)

Etika utilitarian modern. Flow chart Mcgwee 2007
model ini menjelaskan bahwa proporsi terbesar harus di utamakan dalam pengambilan keputusa, bila merugikan melakukan penolakan.
Bila anda dihadapkan pada dua opsi, jika ada seorang dokter dan ibu anda yang tenggelam  secara bersamaan, anda memilih menyelematkan yang mana? Naluri dari seorang anak pasti menyelamatkan ibunya. Tetapi teori utilitarian menyebut itu tidak etik atau tidak sesuai dengan teorinya. Karena menurut teori utilitarian, yang harus diselamatkan adalah sang dokter, karena dokter sangat berguna untuk kepentingan orang banyak, sedangkan ibu anda tidak membawa dampak banyak bagi kepentingan orang banyak
Atau dengan kata lain teori utilitarian mengambil keputusan yang proporsinya besar dan menguntungkan orang banyak.

Right Based Ethics Flow chart Mcgwee 2007

Model ini menjelaskan bahwa hak merupakan pelanggaran, dimana pada saat kondisi menanyakan “Right Violated”, bila jawaban ya, membuktikan tindakan itu tidak ethic, sebaliknya bila tidak maka terbukti tindakan itu kemungkinan beretika.

Teori Utilitarianisme (Tugas)

Pendahuluan
Utilitarianisme adalah sebuah istilah umum untuk semua pandangan yang menyatakan bahwa tindakan dan kebijakan perlu dievaluasi berdasarkan keuntungan dan biaya yang dibebankan pada masyarakat. Dalam situasi apapun, tindakan atau kebijakan yang ‘benar’ adalah yang memberikan keuntungan paling besar atau biaya paling kecil (bila semua alternatif hanya membebankan biaya, tidak ada keuntungan). Istilah utilitarisme digunakan untuk semua teori yang mendukung pemilihan tindakan atau kebijakan yang memaksimalkan keuntungan (atau menekan biaya).
Banyak analisis yang meyakini bahwa cara terbaik untuk mengevaluasi kelayakan suatu keputusan bisnis adalah dengan mengandalkan pada analisa biaya-keuntungan utilitarian. Tindakan bisnis yang secara sosial bertanggung jawab adalah tindakan yang mampu memberikan keuntungan terbesar atau biaya paling rendah bagi masyarakat.

Teori
Utilitarianisme pertama kali dikembangkan oleh Jeremy Bentham dan muridnya Jhon Stuart Mill pada abad ke 19. Utilitarianisme disebut sebagai teori kebahagian terbesar (the gretest happines theory). Dalam konsep Bentham kebahagiaan tersebut menjadi landasan utama kaum utilitarinisme, kemudian prinsip bentham direnkonstruksi oleh Mill bukan hanya menjadi kebahagian bagi pelaku saja, melainkan demi kebhagiaan orang lain juga.
Utilitarianisme berasal dari bahasa latin “utilis” yang berarti useful, bermanfaat, berfedah dan mengguntungkan. Jadi paham ini menilai baik atau tidaknya sesuatu dilihat dari segi kegunaan atau faedah yang didatangkannya (Salma, 1997 : 76). Secara terminologi utilitarianisme merupakan suatu paham etis yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan. sebaliknya yang jahat atau buruk adalah yang tidak bermanfaat, berfaedah, dan merugikan. Baik buruknya perilaku dan perbuatan dilihat dari segi beguna, berfaedah, dan bermanfaat atau tidak. Prinsip utilitarian mengatakan bahwa tindakan yang benar dalam suatu siatuasi adalah tindakan yang mengandung utilitas yang lebih besar dibandingkan kemungkinan tindakan lainnya, tapi ini bukan berarti tindakan yang benar adalah tindakan yang menghasilkan utilitas paling besar bagi semua orang yang terpengaruh dalam tindakan tersebut (termasuk orang yang melakukan tindakan).

Contoh kasus
Dalam kasus utilitarianisme contohnya adalah pedagang bakso yang mengandung boraks. Bakso adalah makanan favorite bagi masyarakat indoneisa, bakso bisa kita temukan dari pedagang kaki lima hingga restaurant. tapi sayangnya, masih banyak produsen atau pedagang bakso yang tidak memperdulikan kesehatan konsumen. Kita tentu tahu mengenai berita tentang bakso yang mengandung boraks bukan? bakso yang mengandung boraks tentu tidak bagus karena boraks sangat berbahaya bagi kesehatan.

Analisis
Berdasarakan teori utilitarian bahwa suatu kegiatan harus bisa memberikan manfaat. Disini saya akan membahas mengenai produsen atau pedagang bakso yang menggunakan boraks dalam pembuatan baksonya. Boraks adalah zat yang berbahaya bagi kesehatan, biasanya borak digunakan di dalam industri kertas, gelas, pengawet kayu, dan keramik. Tentu kita tahu bahwa pemakaian boraks pada makanan tidak lazim, pemakaian boraks berlebihan pada makanan akan mengakibatkan gejala pusing, muntah, mencret, kejang perut, kerusakan ginjal, bahkan hilang nafsu makan, sedangkan secara tidak langsung boraks sedikit demi sedikit akan tertimbun di dalam organ hati, otak dan testis. Banyak produsen atau pedagang bakso yang menggunakan boraks agar bakso yang mereka jual dapat tahan lebih lamat
Menurut saya, tidak seharusnya para produsen atau pedagang bakso menggunakan boraks di dalam bakso mereka karena itu akan merugikan para konsumen dan tidak sesuai dengan uji kesehatan dan makanan. Dengan penggunaan boraks pada bakso ini akan membuat bakso lebih awet dan tidak basi, ini  membuat para produsen atau pedagang bakso dapat mengurangi biaya produksi.
Sesuai teori utilitarian yang mengatakan bahwa suatu kegiatain harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar maka penggunaan boraks dalam bakso oleh produsen atau pedagang bakso adalah tindakan yagn salah dan harus dievalusai. Sebab disini hanya para produsen atau pedagang bakso saja yang mendapatkan manfaat atau keuntungan tetapi dilain sisi konsumen dirugikan.

Referensi

Minggu, 11 Oktober 2015

7 Contoh Pelanggaran Etika Bisnis

Pelanggaran etika bisnis terhadap hukum
Sebuah perusahaan X karena kondisi perusahaan yang pailit akhirnya memutuskan untuk melakukan PHK kepada karyawannya. Namun dalam melakukan PHK itu, perusahaan sama sekali tidak memberikan pesangon sebagaimana yang diatur dalam Undang Undang tentang Ketenagakerjaan. Dalam kasus ini perusahaan x dapat dikatakan melanggar prinsip kepatuhan terhadap hukum.

Pelanggaran etika bisnis terhadap transparansi
Yayasan X menyelenggarakan pendidikan setingkat SMA. Pada tahun ajaran baru sekolah mengenakan biaya sebesar Rp 500.000,- kepada setiap siswa baru. Pungutan sekolah ini sama sekali tidak diinformasikan kepada mereka saat akan mendaftar, sehingga setelah diterima mau tidak mau mereka harus membayar. Disamping itu tidak ada informasi maupun penjelasan resmi tentang penggunaan uang itu kepada wali murid. Setelah didesak oleh banyak pihak, Yayasan baru memberikan informasi bahwa uang itu dipergunakan untuk pembelian seragama guru. Dalam kasus ini, Yayasan X dan sekolah dapat dikategorikan melanggar prinsip transparansi.

Pelanggaran etika bisnis terhadap akuntabilitas
Sebuah Rumah Sakit Swasta melalui pihak pengurus mengumumkan kepada seluruh karyawan yang akan mendaftar PNS secara otomotais dinyatakan mengundurkan diri. A sebagai salah seorang karyawan di RS Swasta itu mengabaikan pengumuman dari pihak pengurus karena menurut pendapatnya ia diangkat oleh Pengelola dalam hal ini direktur, sehingga segala hak dan kewajiban, dia berhubungan dengan pengelola bukan pengurus. Pihak pengelola sendiri tidak memberikan surat edaran resmi mengenai kebijakan tersebut. Karena sikapnya itu, A akhirnya dinyatakan mengundurkan diri. Dari kasus ini, RS Swasta itu dapat dikatakan melanggar prinsip akuntabilitas karena tidak ada kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban antara Pengelola dan Pengurus Rumah Sakit.

Pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip pertanggungjawaban
Sebuah perusahaan PJTKI melakukan rekruitmen untuk tenaga baby sitter. Dalam pengumuman dan perjanjian dinyatakan bahwa perusahaan berjanji akan mengirimkan calon TKI setelah 2 bulan mengikuti training dan dijanjikan akan dikirim ke negara-negara tujuan. Bahkan perusahaan tersebut menjanjikan bahwa segala biaya yang dikeluarkan pelamar akan dikembalikan jika mereka tidak jadi berangkat ke negara tujuan. B yang terarik dengan tawaran tersebut langsung mendaftar dan mengeluarkan biaya sebanyak Rp 7 juta untuk ongkos administrasi dan pengurusan visa dan paspor. Namun setelah 2 bulan training, B tak kunjung diberangkatkan. Ketika dikonfirmasi, perusahaan PJTKI itu selalu berkilah ada penundaan, begitu seterusnya. Dari kasus ini, Perusahaan PJTKI tersebut telah melanggar prinsip pertanggungjawaban dengan mengabaikan hak-hak B sebagai calon TKI yang seharusnya diberangnka ke negara tujuan untuk bekerja.

Pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip kewajaran
Sebuah perusahaan property tidak memberikan surat ijin membangun rumah dari developer kepada dua orang konsumennya di kawasan kavling perumahan milik perusahaan tersebut. Konsumen pertama sudah memenuhi kewajibannya membayar harga tanah sesuai kesepakatan dan biaya administrasi lainnya. Sementara konsumen kedua masih mempunyai kewajiban membayar kelebihan tanah, karena setiap kali akan membayar pihak developer selalu menolak dengan alasan belum ada ijin dari pusat perusahaan. Dikawasan kavling itu hanya dua orang ini yang belum mengantongi ijin pembangunan rumah, sementara 30 konsumen lainnya sudah diberi ijin dan rumah mereka sudah dibangun semuannya. Alasan yang dikemukakan perusahaan itu adalah ingin memberikan pelajaran kepada dua konsumen tadi karena dua orang ini telah memprovokasi konsumen lainnya untuk melakukan penuntutan segera pemberian ijin pembangunan rumah. Dari kasus ini, perusahaan property tersebut telah melanggar prinsip kewajaran (fairness) karena tidak memenuhi hak-hak stakeholder (konsumen) dengan alasan yang tidak masuk akal.

Pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip kejujuran
Sebuah perusahaan pengembang membuat kesepakatan dengan sebuah perusahaan kontraktor untuk membangun sebuah perumahan. Sesuai dengan kesepakatan pihak pengembang memberikan spesifikasi bangunan kepada kontraktor. Namun dalam pelaksanaannya, perusahaan kontraktor melakukan penurunan kualitas spesifikasi bangunan tanpa sepengetahuan perusahaan pengembang. Selang beberapa bulan kondisi bangunan sudah mengalami kerusakan serius. Dalam kasus ini, pihak perusahaan kontraktor dapat dikatakan telah melanggar prinsip kejujuran karena tidak memenuhi spesifikasi bangunan yang telah disepakati bersama dengan perusahaan pengembang.

Pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip empati
Seorang nasabah sebut saja X, dari perusahaan pembiayaan terlambat membayar angsuran mobil sesuai tanggal jatuh tempo karena anaknya sakit parah. X sudah memberitahukan kepada pihak perusahaan tentang keterlambatannya membayar angsuran, namun tidak mendapatkan respon dari perusahaan. Beberapa minggu setelah jatuh tempo pihak perusahaan langsung mendatangi X untuk menagih angsuran dan mengancam akan mengambil mobil yang masih diangsur itu. Pihak perusahaan menagih dengan cara yang tidak sopan dan melakukan tekanan psikologis kepada nasabah. Dalam kasus ini, kita dapat mengkategorikan pihak perusahaan telah melakukan pelanggaran prinsip empati pada nasabah X, karena sebenarnya pihak perusahaan dapat memberikan peringatan kepada nasabah itu dengan cara yang bijak dan tepat

Upacara Ngaben (Tugas)

Pendahuluan
Ngaben merupakan salah satu upacara yang dilakukan oleh Umat Hindu di Bali yang tergolong upacara Pitra Yadnya (upacara yang ditunjukkan kepada Leluhur). Ngaben merupakan upacara kremasi atau pembakaran jenazah di Bali, Indonesia. Upacara adat Ngaben merupakan sebuah ritual yang dilakukan untuk mengirim jenazah pada kehidupan mendatang. Dalam upacara ini, jenazah diletakkan dengan posisi seperti orang tidur. Keluarga yang ditinggalkan pun akan beranggapan bahwa orang yang meninggal tersebut sedang tertidur. Dalam upacara ini, tidak ada air mata karena mereka menganggap bahwa jenazah hanya tidak ada untuk sementara waktu dan menjalani reinkarnasi atau akan menemukan peristirahatan terakhir di Moksha yaitu suatu keadaan dimana jiwa telah bebas dari reinkarnasi dan roda kematian. Upacara ngaben ini juga menjadi simbol untuk menyucikan roh orang yang telah meninggal.
Dalam ajaran agama Hindu, jasad manusia terdiri dari badan halus (roh atau atma) dan badan kasar (fisik). Badan kasar dibentuk oleh lima unsur yang dikenal dengan Panca Maha Bhuta. Kelima unsur ini terddiri dari pertiwi (tanah), teja (api), apah (air), bayu (angin), dan akasa (ruang hampa). Lima unsur ini menyatu membentuk fisik dan kemudian digerakkan oleh roh. Jika seseorang meninggal, yang mati sebenarnya hanya jasad kasarnya saja sedangkan rohnya tidak. Oleh karena itu, untuk menyucikan roh tersebut, perlu dilakukan upacara Ngaben untuk memisahkan roh dengan jasad kasarnya.
Bagi masyrakat di Bali, Ngaben adalah momen bahagia karena dengan melaksanakan upacara ini, orang tua atau anak-anak telah melaksanakan kewajiban sebagai anggota keluarga. Oleh sebab itu, upacara ini selalu disambut dengan suka cita tanpa isak tangis. Mereka percaya bahwa isak tangis justru hanya menghambat perjalanan roh mencapai nirwana.Hari yang sesuai untuk melakukan upacara Ngaben biasanya didiskusikan dengan para tetua atau orang uang paham. Tubuh jenasah akan diletakkan di dalam sebuah peti. Peti ini diletakkan di dalam sebuah sarcophagus yang berbentuk lembu atau diletakkan di sebuah wadah berbentuk vihara. Wadah ini terbuat darI kertas dan kayu. Bentuk vihara atau lembu ini dibawa menuju ke tempat kremasi melalui suatu prosesi. Prosesi tersebut tidak berjalan pada satu jalan lurus karena bertujuan untuk menjauhkan roh jahat dari jenasah.
Puncak Upacara adat Ngaben adalah prosesi pembakaran keseluruhan struktur yaknik Lembu atau vihara tadi berserta dengan jenasah. Prosesi Ngaben biasanya memerlukan waktu yang cukup lama. Bagi jenasah yang masih memiliki kasta tinggi, ritual ini bisa dilakukan selama 3 hari. Namun, untuk keluarga yang kastanya rendah, jenasah harus dikubur terlebih dahulu baru kemudian dilakukan Ngaben.
Upacara Ngaben di Bali biasanya dilakukan secara besar-besaran seperti sebuah pesta dan memakan biaya yang banyak. Oleh sebab itu, tidak sedikit orang yang melakukan upacara Ngaben dalam selang waktu yang lama setelah kematian. Saat ini, masyarakat Hindu di Bali banyak yang melakukan upacara Ngaben secara massal untuk mengemat biaya. Jadi, jasad orang yang sudah meninggal dimakamkan untuk sementara waktu sambil menunggu biayanya mencukupi. Namun, bagi keluarga yang mampu, Upacara adat Ngaben bisa dilakukan secepatnya.

Teori
Ngaben secara etimologis berasal dari kata api yang mendapat awalan nga, dan akhiran an, sehingga menjadi ngapian, yang disandikan menjadi ngapen yang lama kelamaan terjadi pergeseran kata menjadi ngaben yang berarti penyucian dengan api. Upacara Ngaben selalu melibatkan api, api yang digunakan ada 2, yaitu berupa api konkret (api sebenarnya) dan api abstrak (api yang berasal dari Puja Mantra Pendeta yang memimpin upacara). Versi lain mengatakan bahwa ngaben berasal dari kata beya yang artinya bekal, sehingga ngaben juga berarti upacara memberi bekal kepada Leluhur untuk perjalannya ke Sunia Loka. Ada yang berpendapat dari  kata ngabu yang berarti menjadi abu. Dalam kepercayaan Hindu, dewa Brahwa atau dwa pencipta dikenal sebagai dewa api. Oleh karena itu, upacara ini juga bisa dianggap sebagai upaya untuk membakar kotoran yang berupa jasad kasar yang masih melekat pada roh dan mengembalikan roh pada Sang Pencipta.

Analisis
Upacara ngaben secara konsepsional memiliki makna dan tujuan sebagai berikut :
1. Dengan membakar jenazah maupun simbolisnya kemudian menghanyutkan abu ke sungai, atau laut memiliki makna untuk melepaskan Sang Atma (roh) dari belenggu keduniawian sehingga dapat dengan mudah bersatu dengan Tuhan (Mokshatam Atmanam)
2. Membakar jenazah juga merupakan suatu rangkaian upacara untuk mengembalikan segala unsur Panca Maha Bhuta (5 unsur pembangun badan kasar manusia) kepada asalnya masing-masing agar tidak menghalangi perjalan Atma ke Sunia Loka Bagian Panca Maha Bhuta yaitu : a. Pertiwi : unsur padat yang membentuk tulang, daging, kuku, dll b. Apah: unsur cair yang membentuk darah, air liur, air mata, dll c. Bayu : unsur udara yang membentuk nafas. d. Teja : unsur panas yang membentuk suhu tubuh. e. Akasa : unsur ether yang membentuk rongga dalam tubuh.
3. Bagi pihak keluarga, upacara ini merupakan simbolisasi bahwa pihak keluarga telah ikhlas, dan merelakan kepergian yang bersangkutan.

Referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/Ngaben
http://pusakapusaka.com/upacara-adat-ngaben-tradisi-umat-hindu-di-bali.html
http://www.wisatabaliaga.com/blog/makna-dan-tujuan-ngaben-di-bali/

http://inputbali.com/budaya-bali/makna-tujuan-upacara-ngaben-dalam-agama-hindu

Jumat, 01 Mei 2015

Gempa Nepal, Mengapa Bisa Begitu Mematikan?

Gempa bermagnitudo 7,8 mengguncang Nepal pada Sabtu (25/4/2015). Hingga saat berita ini diturunkan, jumlah korban tewas akibat gempa mencapai 1.800 orang. Gempa yang juga mengguncang Tibet dan India ini dinyatakan sebagai yang terburuk dalam 81 tahun.

Mengapa gempa Nepal kali ini begitu mematikan? Itu adalah paduan faktor alam dan kesiapan manusianya.

Dari faktor alam, pakar gempa dari Pusat Gempa dan Mitigasi Bencana Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano, mengungkapkan bahwa jumlah lokasi pusat dan magnitudo gempa serta karakter lapisan tanah menyumbang peran besar pada keparahan dampak gempa.

Pusat gempa kali ini berada pada kedalaman 15 kilometer. Gempa memiliki mekanisme sesar naik dengan pergeseran maksimum 4 meter. Luas bidang yang bergeser 160 x 120 kilometer.

Dengan pusat gempa hanya 15 kilometer dari permukaan tanah, maka gempa ini termasuk gempa dangkal. Gempa dangkal juga pernah terjadi di Indonesia, yaitu gempa Yogyakarta pada tahun 2006. Gempa macam itu juga mengguncang Meksiko pada Mei 2014 lalu.

Aktivitas gempa mengakibatkan goncangan kuat. Goncangan pada gempa Nepal kali ini mencapai skala 9 MMI.

MMI (Modified Mercalli Intensity) menyatakan goncangan gempa dari skala 1 hingga 12. Dengan skala 9, maka gempa mengakibatkan goncangan sangat keras yang dapat menghancurkan bangungan yang dibangun tanpa kaidah rekayasa yang baik.

Goncangan pada gempa Nepal kali ini bisa sangat kuat karena pengaruh karakter tanah yang mengamplifikasi atau memperbesar gelombang gempa.

"Goncangan gempa diperkuat oleh adanya faktor amplifikasi di beberapa tempat terutama disekitar Katmandu, yang terbentuk dari lapisan tanah lunak yang dulunya berupa danau," kata Irwan kepada Kompas.com, Minggu (26/4/2015).

Berpadu dengan ketidaksiapan masyarakat setempat untuk menghadapi goncangan keras akibat gempa, maka gempa kali ini menjadi sangat mematikan.

Susan Hough, pakar gempa dari United States Geological Survey (USGS) yang bekerja untuk wilayah Nepal mengungkapkan, pemerintah Nepal sebenarnya sudah cukup peduli dengan soal gempa. Namun, masih ada masalah sumber daya untuk mewujudkan masyarakat tahan gempa.

"Orang Nepal membangun rumah dengan sumber daya yang mereka punya, mereka tidak bisa menjangkau struktur yang kuat dan rekayasa," katanya seperti dikutip Nature, Minggu.

Secara tektonik, Nepal memang salah satu negara yang paling rawan gempa. Nepal dibentuk oleh roses tumbukan lempeng benua India yang masuk dibawah benua Eurasia dengan kecepatan 45mm/tahun.

Nepal sendiri penrah diguncang gempa bermagnitudo 8 yang berdampak parah pada tahun 1984. Sejumlah 10.000 orang tewas akibat kala itu.

Indonesia lewat Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan bantuan. Namun tak kalah penting, warga Indonesia juga harus lebih waspada pada gempa. Wilayah Yogyakarta dan Bandung misalnya, punya potensi mengalami gempa yang sama dengan Nepal.

Rabu, 29 April 2015

I Need Freedom!

Sore ini aku menghabiskan waktu di cafe yang tidak jauh dari rumahku. Hanya cafe ini yang membuatku merasa nyaman, tidak banyak orang dengan suasana yang tenang. Aku hanya merasa bosan berada di keramaian saat ini, bisa di bilang saat ini aku sedang melarikan diri tuntutan-tuntutan yang sama sekali membuatku merasa tidak nyaman dan ingin ketenangan. Aku perlu waktu sendiri untuk berpikir. Berpikir mengenai masa depanku.
 Dari dulu mama selalu mengarahkanku, bukan mengarahkan dalam arti sebenarnya tapi lebih kepada menuntut. Menuntutku untuk melakukan sesuatu yang dia bilang demi kebaikkanku. Aku tau sebenarnya ia melakukannya untuk kebaikkanku tetapi terkadang aku merasa ingin bebas dan menentukan sendiri apa yang ingin aku lakukan. Seperti di SMA dulu aku disuruh untuk mengambil kursus tertentu agar aku bisa memasuki SMA terbaik di kotaku.
Aku kembali ke rumah pukul delapan malam, aku menuju ke ruang makan. Selera makanku hilang karena aku bosan mendengar pembahasan yang tidak lepas dari urusan kuliah dan universitas mana yang harus aku masuki. Maklum saja aku baru lulus dari SMA.
“dari mana saja kamu,? bukannya belajar untuk tes masuk universitas” ucap mama
“aku butuh waktu sendiri ma”
“kamu kenapa? Kamu ada masalah?” tanya mama padaku
“ma aku boleh bertanya?”
“boleh nak, kamu mau tanya apa?”
“aku tidak ingin kuliah di kedokteran, aku tidak yakin dan aku merasa itu bukan keinginankuyang  sebenanya, aku hanya menuruti kata-kata mama, selama ini aku juga merasa kurang nyaman berada di jurusan sains”
“tapi nak jurusan kedokteran itu yang paling bagus, mama yakin kamu bisa, kamu pikirkan lagi, mama harap kamu mengambil jurusan kedokteran”
3 hari kemudian
Aku berjalan dengan pikiran yang sedikit kacau. Aku takut mama tahu kalau aku hari ini tidak mengerjakan tes masuk universitas dengan sungguh-sungguh. Tapi bagaimanapun aku sudah merasa cukup umur untuk menentukan masa depanku.
Setelah satu minggu, hasil tes masuk universitas diumumkan. Aku tau tidak akan lulus di kedokteran, dan aku sudah menyiapkan diriku untuk menghadapi mama.
Hari ini aku kembali ke cafe yang biasa aku kunjungi. Aku hanya sedikit takut dengan reaksi mama nanti ketika aku memberi tahu kalau aku tidak lulus di jurusan kedokteran. Aku kembali teringat dengan kejadian beberapa hari yang lalu di cafe ini. Aku sedang berpikir mengenai cita-cita dan impianku, aku ingin menjadi seorang motivator, motivator terkenal. Tapi aku yakin mama tidak menyetujui hal tersebut karena aku pernah membicarakannya dengan mama. Mama mengatakan bahwa tidak akan ada masa depan yang bagus kalau aku memilih menjadi motivator. aku merasa seperti dikekang oleh tuntutan mama, dan aku ingin merasakan kebebasan, kebebasan untuk menentukan masa depanku. Tapi kali ini aku yakin kalau aku bisa menjadi orang sukses. Aku pulang kerumah, mama telah menungguku di ruang depan dengan secangkir teh dan cake kesukaanku.
“ma tumben pulang sore, pasti tugas dikantor mama mama bawa pulang lagi ya?”
“tugas kantor sudah selesai, kamu gak usah khawatir” ucap mama sambil tersenyum
Sejenak suasana hening, mama membuka pembicarannya untuk mencairkan suasana, dan aku telah siap dengan apa yang akan mama katakan.
“mama merasa selama ini selalu menuntut kamu untuk melakukan hal yang menurut mama baik, dan mama tau kamu merasa tidak nyaman, kali ini mama pengen kamu yang menentukan buat masa depan kamu, mama gak bakal menuntut kamu untuk kuliah di kedokteran”
Aku tidak menyangka mama akan mengatakan hal tersebut, aku merasa senang karena kali ini aku bisa bebas menentukan keinginanku terutama hal ini menyangkut masa depanku.
“ma dari dulu aku ingin jadi motivator, motivator terkenal, aku yakin aku bisa, aku bakalan berusaha keras” ucapku semangat
“mama bakal doain kamu, kamu harus janji bakalan berusaha buat kesuksesan kamu”
“makasih ya ma udah support aku buat mencapai keinginan aku”.
Aku sangat senang karena aku mendapat dukungan dari mama, mulai hari itu aku berusaha keras untuk mencapai keinginanku, dan saat ini aku juga sudah kuliah tentunya bukan jurusan kedokteran, mama cukup senang karena selama kuliah indeks prestasiku meningkat.

Selasa, 07 April 2015

PENALARAN, SILOGISME DAN ENTIMEN

PENALARAN, SILOGISME, DAN ENTIMEN

PENALARAN

Penalaran merupakan suatu corak atau cara seseorang menggunakan nalarnya dalam menarik kesimpulan sebelum akhirnya orang tersebut berpendapat dan mengemukakannya kepada orang lain.
Kesimpulan dapat ditarik melalui kegiatan proposisi, inferensi dan implikasi, serta evidensi. Seluruh kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menghubungkan fakta yang diketahui (premis umum dan khusus) agar menuju kepada suatu kesimpulan (simpulan).
Kegiatan penalaran dapat bersifat ilmiah dan non ilmiah. Dari prosesnya, penalaran dapat dibedakan menjadi:
- Penalaran induktif, yaitu proses penarikan kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum (premis umum) berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus (premis khusus).
- Penalaran deduktif, yaitu proses penarikan kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus (premis khusus) berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum (premis umum).

CARA MENGUJI DATA DAN FAKTA
Data dan informasi (premis) yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian untuk membuktikan bahwa data dan informasi (premis) tersebut adalah fakta.
Fakta artinya segala sesuatu yang tertangkap oleh indra manusia atau data keadaan nyata yang terbukti dan telah menjadi suatu kenyataan, misalnya melalui penelitian ahli atau penulis itu sendiri.

SILOGISME DAN ENTIMEN
Silogisme adalah bentuk penalaran dengan cara menghubung-hubungkan dua pernyataan yang berlainan untuk dapat ditarik simpulannya. Silogisme termasuk dalam penalaran deduktif.
Jenis silogisme:
1. Silogisme kategorial (golongan) adalah salah satu premis merupakan anggota premis yang lain.
Rumus :

Premis Umum (PU): A=B
Premis Khusus (PK): C=A
Simpulan (S): C=B


- A menyatakan semua anggota golongan tertentu
- B menyatakan sifat atau hal
- C menyatakan sesuatu atau seseorang

Contoh:
PU : Semua binatang (A) lapar (B)
PK : Harimau (C) adalah binatang (A)
S    : Harimau (C) lapar (B)

2. Silogisme negatif , yaitu ada kata bukan atau tidak.
Contoh:
PU: Orang yang baik (A) selalu membantu orang lain (B)
PK: Lala (C) Bukan Orang yang baik (A)
S   : Lala (C) tidak membantu orang lain (B)

3. Silogisme hipotesis adalah silogisme yang memiliki premis mayor berupa proposisi hipotesis (jika), sementara premis minor dan kesimpulannya berupa proposisi kategoris. Contoh:
PU : Jika hari ini mendung, saya akan membawa payung.
PK : Hari ini tidak mendung
S    : Saya tidak akan membawa payung

4. Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh:
PU : Lala bermain di halaman atau dalam rumah
PK : Lala bermain di dalam rumah
S    : Lala tidak bermain di halaman

5. Entimen adalah suatu silogisme yang tidak mempunyai premis mayor karena premis mayor itu sudah diketahui secara umum, yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.
Rumus: C=B karena C=A
Contoh:
PU : Semua kucing (A) lucu (B)
PK : Kitty (C) adalah kucing (A)
S    : Kitty (C) lucu (B)

Bentu Entimennya:
Kitty lucu karena ia adalah kucing (C=B karena C=A).