Pendahuluan
Utilitarianisme
adalah sebuah istilah umum untuk semua pandangan yang menyatakan bahwa tindakan
dan kebijakan perlu dievaluasi berdasarkan keuntungan dan biaya yang dibebankan
pada masyarakat. Dalam situasi apapun, tindakan atau kebijakan yang ‘benar’ adalah
yang memberikan keuntungan paling besar atau biaya paling kecil (bila semua
alternatif hanya membebankan biaya, tidak ada keuntungan). Istilah utilitarisme
digunakan untuk semua teori yang mendukung pemilihan tindakan atau kebijakan
yang memaksimalkan keuntungan (atau menekan biaya).
Banyak
analisis yang meyakini bahwa cara terbaik untuk mengevaluasi kelayakan suatu
keputusan bisnis adalah dengan mengandalkan pada analisa biaya-keuntungan
utilitarian. Tindakan bisnis yang secara sosial bertanggung jawab adalah
tindakan yang mampu memberikan keuntungan terbesar atau biaya paling rendah
bagi masyarakat.
Teori
Utilitarianisme
pertama kali dikembangkan oleh Jeremy Bentham dan muridnya Jhon Stuart Mill
pada abad ke 19. Utilitarianisme disebut sebagai teori kebahagian terbesar (the
gretest happines theory). Dalam konsep Bentham kebahagiaan tersebut menjadi
landasan utama kaum utilitarinisme, kemudian prinsip bentham direnkonstruksi
oleh Mill bukan hanya menjadi kebahagian bagi pelaku saja, melainkan demi
kebhagiaan orang lain juga.
Utilitarianisme
berasal dari bahasa latin “utilis”
yang berarti useful, bermanfaat, berfedah dan mengguntungkan. Jadi paham ini
menilai baik atau tidaknya sesuatu dilihat dari segi kegunaan atau faedah yang
didatangkannya (Salma, 1997 : 76). Secara terminologi utilitarianisme
merupakan suatu paham etis yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan
menguntungkan. sebaliknya yang jahat atau buruk adalah yang tidak bermanfaat,
berfaedah, dan merugikan. Baik buruknya perilaku dan perbuatan dilihat dari
segi beguna, berfaedah, dan bermanfaat atau tidak. Prinsip utilitarian
mengatakan bahwa tindakan yang benar dalam suatu siatuasi adalah tindakan yang
mengandung utilitas yang lebih besar dibandingkan kemungkinan tindakan lainnya,
tapi ini bukan berarti tindakan yang benar adalah tindakan yang menghasilkan
utilitas paling besar bagi semua orang yang terpengaruh dalam tindakan tersebut
(termasuk orang yang melakukan tindakan).
Contoh kasus
Dalam
kasus utilitarianisme contohnya adalah pedagang bakso yang mengandung boraks.
Bakso adalah makanan favorite bagi masyarakat indoneisa, bakso bisa kita
temukan dari pedagang kaki lima hingga restaurant. tapi sayangnya, masih banyak
produsen atau pedagang bakso yang tidak memperdulikan kesehatan konsumen. Kita
tentu tahu mengenai berita tentang bakso yang mengandung boraks bukan? bakso
yang mengandung boraks tentu tidak bagus karena boraks sangat berbahaya bagi
kesehatan.
Analisis
Berdasarakan
teori utilitarian bahwa suatu kegiatan harus bisa memberikan manfaat. Disini
saya akan membahas mengenai produsen atau pedagang bakso yang menggunakan
boraks dalam pembuatan baksonya. Boraks adalah zat yang berbahaya bagi
kesehatan, biasanya borak digunakan di dalam industri kertas, gelas, pengawet
kayu, dan keramik. Tentu kita tahu bahwa pemakaian boraks pada makanan tidak
lazim, pemakaian boraks berlebihan pada makanan akan mengakibatkan gejala
pusing, muntah, mencret, kejang perut, kerusakan ginjal, bahkan hilang nafsu
makan, sedangkan secara tidak langsung boraks sedikit demi sedikit akan
tertimbun di dalam organ hati, otak dan testis. Banyak produsen atau pedagang
bakso yang menggunakan boraks agar bakso yang mereka jual dapat tahan lebih
lamat
Menurut
saya, tidak seharusnya para produsen atau pedagang bakso menggunakan boraks di
dalam bakso mereka karena itu akan merugikan para konsumen dan tidak sesuai
dengan uji kesehatan dan makanan. Dengan penggunaan boraks pada bakso ini akan
membuat bakso lebih awet dan tidak basi, ini membuat para produsen atau
pedagang bakso dapat mengurangi biaya produksi.
Sesuai
teori utilitarian yang mengatakan bahwa suatu kegiatain harus bisa memberikan
manfaat bagi masyarakat sekitar maka penggunaan boraks dalam bakso oleh
produsen atau pedagang bakso adalah tindakan yagn salah dan harus dievalusai.
Sebab disini hanya para produsen atau pedagang bakso saja yang mendapatkan
manfaat atau keuntungan tetapi dilain sisi konsumen dirugikan.
Referensi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar