Sabtu, 31 Mei 2014

POLA HIDUP SEHAT


Pola Hidup Sehat

 

Pola Hidup Sehat – Sahabat sehat semua juga saya tentunya pasti ingin untuk hidup sehat selalu. Dengan hidup sehat kita akan nyaman dan tentram dalam menjalani kehidupan. Dibandingkan dengan menjalani hidup dengan sakit, tentu lebih baik kita melakukan gaya hidup sudah sehat agar kita selalu sehat. Untuk kesempatan kali ini portal kesehatan akan menyajikan pembahasan mengenai pola hidup sehat ini.
Pola hidup sehat adalah gaya hidup yang memperhatikan segala aspek kondisi kesehatan. Mulai dari aspek makanan, minuman, nutrisi yang dikonsumsi dan perilaku kita sehari-hari. Baik itu dalam sebuah rutinitas olahraga yang tentu akan  menjaga kondisi kesehatan dan juga akan menghindarkan dari segala hal yang bisa jadi penyebab penyakit bagi tubuh kita. Seperti itulah kurang lebih pengertian pola hidup sehat.
Kesehatan adalah dambaan kita semua. Untuk hidup sehat tentunya kita akan menjalankan sebuah aktifitas rutin dengan memperhatikan gaya hidup sehat. Kekayaan lahir dan batin tidak akan ada artinya bila kita masih terjebak dalam kondisi atau situasi sakit baik itu karena virus penyakit atau pun karena tingkah polah kita yang tidak memperhatikan kondisi badan.
Pola hidup sehat selalu berhubungan dengan faktor makanan yang menyehatkan serta menjauhi dari pola makanan tidak sehat yang kedepannya akan menyebabkan hari-hari kita menjadi sakit karena timbul penyakit. Selain dari aspekmakanan yang sehat juga bergizi satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah menjaga kondisi tubuh kita supaya tetap bugar dengan menjalani olahraga yg teratur dan menjauhi terporsir nya tenaga dan pikiran sehingga tubuh kita kecapekan dan pikiran kita stress.
Dengan selalu memperhatikan pola hidup sehat semoga kita bisa selalu dalam keadaan sehat. Bisa menjalani kehidupan ini dengan penuh makna bersama keluarga atau lingkungan sekitar kita.
Demikian pembahasan tentang gaya hidup sehat ini kami sajikan, semoga bermanfaat.

KETAHANAN NASIONAL

Ketahanan Nasional


1.  PENGERTIAN
Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa, meliputi seluruh aspek kehidupannasional yang terintegrasi, berisi keuletan, dan ketangguhan serta mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala tantangan, ancaman, hambatan, serta gangguan dari luar maupun dari dalam, langsung maupun tidak langsung membahayakan integrasi, identitas, kelangsungan hidupbangsa dan negara , serta perjuangan mengejar tujuan nasionalnya.

2.  ASAS KETAHANAN NASIONAL
Asas Ketahanan Indonesia adalah taat laku berdasarkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, dan Wawasan Nusantara, yang terdiri dari :

1. Asas Kesejahteraan dan Keamanan
Kesejahteraan dan kemakmuran dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar dan esensial. Dengan demikian, kesejahteraan dan keamanan merupakan asa dalam sistem kehidupan nasional. Tanpa kesejateraaan dan keamanan, sesitem kehidupan nasional tidak akan dapat berlangsung. Kesejahteraan dan keamanan merupakan nilai intrinsik yang ada pada sistem kehidupan nasuional itu sendiri. Kesejahtrean maupun keamanan harus selalu ada, berdampingan pada kondisi apa pun. Dalam kehidupan nasional, tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional yang dicapai merupakan tolok ukur Ketahanan Nasional
2. Asas Komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu                      
Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi dan selaras pada seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Ketahanan Nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh, menyeluruh dan terpadu (komprehensif intergral).

3. Asas Mawas ke Dalam da Mawas ke Luar
Sistem kehidupan naasional merupakan perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. Di samping itu, sistem kehidupan nasional juga berinteraksi dengan linkungan sekelilingnya. Dalam proses interaksi tersebut dapat timbul berbagai dampak baik yang bersifat positif maupun negatif. Untuk itu diperlukan sikap mawas ke dalam maupun keluar.
a. Mawas ke Dalam
Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat, dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilai-nilai kemadirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh.
b. Mawas ke Luar
Mawas Ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan berperan serta mengatasi dampak lingkungan stategis luar negeri dan menerima kenyataan adanya interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional.

4. Asas Kekeluargaan
Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Perbedaan tersebut harus dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan agar tidak berkembangkan menjadi konflik yang bersifat saling menghancurkan.

3.  SIFAT KETAHANAN NASIONAL
Sifat Ketahanan Nasional Indonesia

1. Mandiri
Ketahanan Nasional percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri serta pada keuletan dan ketangguhan, yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah, dengan tumpuan pada identitas, integritas dan kepribadian bangsa. Kemandirian (idenpendency) ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dalam perkembangan global (interdependent).

2. Dinamis
Ketahanan Nasional tidaklah tetap. Ia dapat meningkat atau menurun, tergantung pada situasi dan kondisi bangsa, Negara serta lingkungan strategisnya. Hal ini sesuai dengan hakikat bahwa segala sesuatu di dunia ini senantiasa berubah dan perubahan itu senantiasa berubah pula. Karena itu, upaya peningkatan Ketahanan Nasional harus senantiasa diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya diarahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik.

3. Wibawa
Keberhasilan pembinaan Ketahanan Nasional Indonesia secara lanjut dan berkesinambungan akan meningkatkan kemampuan dan keseimbangan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa. Makin tinggi tingkat Ketahanan Nasional Indonesia makin tinggi pula nilai kewibawaan dan tingkat daya tangkal yang dimiliki oleh bangsa dan negara Indonesia.

4. Konsultasi dan Kerjasama
Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan atagonistis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuata fisik semata, tetapi lebih mengutamakan sikap konsultatif, kerjasama serta saling menghargai dengan mengandalkan kekuatan, moral dan kepribadian bangsa.


4.  Kedudukan dan Fungsi Ketahanan Nasional
Kedudukan dan fungsi ketahanan nasional dapat dijelaskan sebagai berikut :
a.      Kedudukan :
ketahanan nasional merupakan suatu ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia serta merupakan cara terbaik yang perlu di implementasikan secara berlanjut dalam rangka membina kondisi kehidupan nasional yang ingin diwujudkan, wawasan nusantara dan ketahanan nasional berkedudukan sebagai landasan konseptual, yang didasari oleh Pancasil sebagai landasan ideal dan UUD sebagai landasan konstisional dalam paradigma pembangunan nasional.
b.      Fungsi :
Ketahanan nasional nasional dalam fungsinya sebagai doktrin dasar nasional perlu dipahami untuk menjamin tetap terjadinya pola pikir, pola sikap, pola tindak dan pola kerja dalam menyatukan langkah bangsa yang bersifat inter – regional (wilayah), inter – sektoral maupun multi disiplin. Konsep doktriner ini perlu supaya tidak ada cara berfikir yang terkotak-kotak (sektoral). Satu alasan adalah bahwa bila penyimpangan terjadi, maka akan timbul pemborosan waktu, tenaga dan sarana, yang bahkan berpotensi dalam cita-cita nasional. Ketahanan nasional juga berfungsi sebagai pola dasar pembangunan nasional. Pada hakikatnya merupakan arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembangunman nasional disegala bidang dan sektor pembangunan secara terpadu, yang dilaksanakan sesuai dengan rancangan program.
 
5.  Ketahanan Nasional dan Konsepsi Ketahanan Nasional
Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang meliputi segenap kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, baik yang datang dari dalam maupun dari luar, untuk menjamin identitas, integrasi dan kelangsungan hidup bangsa dan negar serta perjuangan mencapai tujuan nasional dapat dijelaskan seperti dibawah ini :
Ø Ketangguhan
Adalah kekuatan yang menyebabkan seseorang atau sesuatu dapat bertahan, kuat menderita atau dapat menanggulangi beban yang dipikulnya.
Ø Keuletan
Adalah usaha secara giat dengan kemampuan yang keras dalam menggunakan kemampuan tersebut diatas untuk mencapai tujuan.
Ø Identitas
Yaitu ciri khas suatu bangsa atau negara dilihat secara keseluruhan. Negara dilihat dalam pengertian sebagai suatu organisasi masyarakat yang dibatasi oleh wilayah dengan penduduk, sejarah, pemerintahan, dan tujuan nasional serta dengan peran internasionalnya.
Ø Integritas
Yaitu kesatuan menyeluruh dalam kehidupan nasional suatu bangsa baik unsur sosial maupun alamiah, baik bersifat potensional maupun fungsional.
Ø Ancaman
Yang dimaksud disini adalah hal/usaha yang bersifat mengubah atau merombak kebijaksanaan dan usaha ini dilakukan secara konseptual, kriminal dan politis.
Ø Hambatan dan gangguan
Adalah hal atau usaha yang berasal dari luar dan dari diri sendiri yang bersifat dan bertujuan melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional.


1.   Konsepsi Ketahanan Nasional
Konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan terpadu berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 dan wawasan nusantara dengan kata lain konsepsi ketahanan nasional merupakan pedoman untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi sebesar-besarnya kemakmuran yang adil dan merata, rohaniah dan jasmaniah. Sedangkan keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai nasional terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam.

a.  Aspek Ekonomi
Ketahanan Ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang egara dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan perekonomian bangsa dan egara berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
b.    Aspek Sosial Budaya
Ketahanan sosial budaya diartikan sebagai kondisi dinamis budaya Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya.


c.    Aspek Pertahanan dan Keamanan
Ketahanan pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia mengandung keuletan, ketangguhan, dan kemampuan dalam mengembangkan, menghadapi dan mengatasi segala tantangan dan hambatan yang datang dari luar maupun dari dalam yang secara langsung maupun tidak langsung membahayakan identitas, integritas, dan kelangsungan hidup bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia.
d.   Aspek Politik
Ketahanan pada aspek politik diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan politik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan kehidupan politik bangsa dan negara Republik Indonesia berdasar Pancasila dan UUD 1945.
e.   Aspek Ideologi
Dapat diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan ideologi bangsa Indonesia. Ketahanan ini diartikan mengandung keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Indonesia.

2.   Mewujudkan Keberhasilan Ketahanan Nasional
a.      Aspek Ekonomi
Pencapaian tingkat ketahanan ekonomi memerlukan pembinaan sebagai berikut:
• Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan  yang adil dan merata di seluruh wilayah Nusantara melalui eknomi kerakyatan
• Ekonomi kerakyatan harus menghindari sistem free fight liberalism, etatisme, dan monopoli ekonomi
• Pembangunan ekonomi merupakan usaha bersama atas asas kekeluargaan
• Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasilnya dengan memperhatikan keseimbangan dan keserasian pembangunan antarwilayah dan antar sektor.
b.      Aspek Sosial Budaya
Untuk mewujudkan keberhasilan ketahanan sosial budaya warga negara Indonesia perlu:
• Kehidupan sosial budaya bangsa dan masyarkat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, rukun, bersatu, cinta tanah air, maju, dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta mampu menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional.
c.       Aspek Pertahanan dan Keamanan
Untuk mewujudkan keberhasilan Ketahanan Nasional setiap warga negara Indonesia perlu:
• Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang disertai keuletan dan ketangguhan tanpa kenal menyerah dan mampu mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta pencapaian tujuan nasional.
•   Sadar dan peduli akan pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.

d.      Aspek Ilmu Pengetahuan
Untuk mecapai percepatan kemandirian dan kesejahteraan berbasis dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi ( Iptek )
• Dilakukan lewat penguatan empat pilar knowledge based economy ( KBE ), yaitu :
- Sistem pendidikan
- Sisten inovasi
- Infrastruktur masyarakat informasi
- Kerangka kelembagaan, peraturan perundangan, dan ekonomi
• Perbaikan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan
• Mewujudkan tumbuhnya masyarakat yang berbudaya iptek
e.      Aspek Ideologi
Upaya memperkuat Ketahanan Ideologi memerulkan memerlukan langkah pembinaan berikut:
• Pengamalan pancasila secara obyektif dan subyektif
• Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia
• Pendidikan moral Pancasila
• Sesanti Bhineka Tunggal Ika dan konsep Wawasan Nusantara bersumber dari Pancasila
f.        Aspek Politik
Upaya mewujudkan ketahan pada aspek politik:
1.   Politik Dalam Negeri
• Sistem pemerintahan yang berdasarkan hukum
• Mekanisme politik yang memungkinakan adanya perbedaan pendapat
• Terjalin komunikasi politik timbal balik antara pemerintah dan masyarakat
2.   Politik Luar Negeri
• Hubungan luar negeri ditujukan untuk meningkatkan kerjasama interansional di berbagai bidang
• Politik luar negeri terus dikembangkan menurut prioritas dalam rangka meningkatkan persahabatan dan kerjasama antarnegara
• Peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilaksanakan dengan pembenahan sistem pendidikan, pelatihan dan penyuluhan
• Perjuangan bangsa Indonesia yangf menyakut kepentingan nasional

Senin, 28 April 2014

CR7


Nama lengkap             : Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro
Tempat tanggal lahir   : Funchal, Madeira, Portugal, 5 Februari 1985
Tinggi badan               : 1.86 m (6 ft 1 in)
Posisi bermain             : Sayap kanan, Penyerang
Main di klub                : Real madrid
Main di tim nasional   : Portugal
Nomor punggung        : 7
Nama Ayah                  : José Dinis Aveiro
Nama ibu                     : Maria Dolores
NAma saudara             : kakak laki-laki bernama Hugo, dan dua kakak perempuan, Elma dan Liliana  Cátia

Cristiano Ronaldo atau yang dulunya sering disapa CR7, siapa yang tidak kenal sama penyerang dari tim Real Madrid ini? Terutama bagi penggemar sepak bola pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Cristiano Ronaldo bukan? Pasti buat yang ngefans sama pemain sepak bola yang  satu ini ingin tau kan biodatanya?  Baiklah, kita akan membahas tentang pemain yang mempunyai talenta yang luar biasa ini.

            Cristiano Ronaldo lahir di Funchal, negara Portugal, pada tanggal 5 Februari 1985. Dia adalah anak dari Maria Dolores dos Santos Aveiro dan José Dinis Aveiro. Dia juga memiliki kakak laki-laki bernama Hugo, dan dua kakak perempuan, Elma dan Liliana Cátia. Salah satu dari kakak Cristiano Ronaldo Bekerja sebagai penyanyi dengan nama panggung “Ronalda” di Portugal.
            Saat ini Cristiano Ronaldo membela club Real madrid dan juga timnas portugal. Pasisinya berada pada sayap kanan dan penyerang. Sebelum bergabung dengan club Real Madrid, dia pernah bermain dibeberapa club lain. Salah satu hal yang membuat nama Cristiano Ronaldo melambung tinggi dan sukses dengan kariernya sekarang adalah saat di bergabung dengan club Manchester United. Saat berada di club tersebut, dia juga memiliki nama sapaan yang lumayan keren, yakni CR7. CR adalah kependekan dari namanya sedangkan 7 adalah nomor punggungnya.
            Yang menjadi salah satu kelebihan ronaldo dibanding pemain lainnya adalah kemampuannya dalam mengolah bola dan kelincahan kakinya serta ketajamannya dalam mencetak gol. Bahkan pernah menjadi top scorer liga inggris saat bermain di Manchester united musim 2007/2008 sekaligus top skor liga champion musim 2007/2008. Serta menjadi top scorer liga spanyol saat membela real madrid musim 2010/2011.
            Cristiano Ronaldo juga memiliki trik-trik dalam bermain bola yang menjadi ciri khasnya di lapangan hijau. Diantara trik-trik tersebut adalah Step Over, Reverse Step Over, Ronaldo Chop (pengembangan lebih lanjut dari Cruyff Turn ala Ronaldo), Rabona. Dia juga seorang pelari yang sangat cepat, pemilik kaki nan gesit, yang mampu mengaduk-aduk bola sampai bikin pusing lawan-lawannya. Mungkin karena kelebihannya itulah, dia bisa menjadi pemain profesional.
            Perjalanan karier Cristiano Ronaldo dimulai pada tahun 2001-2003 yang bermain untuk tim sporting lisboa. Selanjutnya dari tahun 2003-2009 dia bermain untuk Manchester United, yakni pada club yang membuat namanya melambung. Dan dari tahun 2009 sampai sekarang, dia bermain di club Real Madrid. Sedangkan kariernya  di tim nasional portugal dimulai pada tahun 2003.
      Prestasi yang pernah diraihnya saat berada di club Real Madrid antara lain memenangkan Juara Copa del rey 2010–11. Sedangkan Prestasi yang pernah diraih Cristiano Ronaldo saat berada di club Manchester United antara lain :

             Juara liga utama inggris musim 2006–07, 2007–08, 2008–09
             Juara piala FA 2003–04
             Juara piala liga 2003–04
             Juara communty shield 2007
             Juara liga champion UEFA 2007–08
             Juara piala dunia antar klub FIFA 2008

Beberapa prestasi individual yang pernah diraih Cristiano Ronaldo adalah sebagai berikut:

             Penghargaan Bravo 2004
             Pemain Muda Spesial Terbaik 2004 dan 2005
             Tim Terbaik UEFA 2003–04, 2006–07, 2007–08, 2008–09, 2009–10
             Tim Liga Utama Inggris Terbaik PFA 2005–06, 2006–07, 2007–08, 2008–09
             Pemain Bulanan Liga Utama Inggris November 2006, Desember 2006, Januari 2008, Maret 2008
               Sepatu Emas Liga Utama Inggris 2007–08
             Pencetak Gol Terbanyak Liga Champions UEFA 2007-08
             Sepatu Emas Eropa 2007–08, 2010–11
             Bola Perak Piala Dunia Antarklub FIFA 2008
             Pemain Terbaik Dunia FIFA 2008
             Pemain Terbaik Dunia World Soccer 208
             Pencetak Gol Terbanyak Copa del Rey 2010/11
             Pencetak Gol Terbanyak La Liga (El pichichi) 2010/11

Sekilas tentang biodata Cristiano Ronaldo, mudah-mudah menambah informasi untuk para penggemarnya.
 MENUMBUHKAN RASA CINTA TANAH AIR INDONESIA


Masyarakat Indonesia, untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air ada dalam diri kita masing-masing. Mulai dari pelajaran kewarganegaraan di berbagai jenjang pendidikan, penuturan sejarah dan fakta  dari hasil kemerdekaan  “Indonesia Raya, merdeka merdeka. Tanahku, Negeriku, yang kucinta.
Indonesia Raya, merdeka merdeka. Hiduplah Indonesia raya.”
Kecintaan pada tanah air kemudian ditunjukkan dalam berbagai cara oleh masyarakat Indonesia. Ada yang berjuang mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia dalam  Bidang Olah Raga, seni, dan Ilmu Pengetahuan ada yang siap membela Indonesia dengan menjadi Tentara dan Polri dan Resimen Mahasiswa, ada juga yang berusaha menjadi pribadi manusia Indonesia yang baik dalam kesehariannya, dan selalu saja akan ada tanya, “Selain karena secara faktual dan hukum tercatat sebagai orang Indonesia, kenapa kita harus mencintai Indonesia?”
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan manusia tentang Negara dan Bangsanya mulai berkembang pada usia Anak lima tahun. Pada usia itu, anak mulai mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari suatu bangsa. Hal itu juga disertai pengetahuan geografi dasar seperti mengenali nama ibu kota negara tempat ia tinggal, bendera negara, dan sebagainya. Pada usia sepuluh tahun, anak mulai dapat menggambarkan karakteristik-karakteristik yang menjadi ciri khas bangsanya. Di Indonesia, hal ini diperkuat dengan disusunnya kurikulum pendidikan kewarganegaraan di tingkat sekolah dasar dan menegah. Secara langsung, anak Indonesia diajar untuk mengenali karakteristik bangsanya sesuai petunjuk buku pegangan sekolah : murah senyum, suka menolong, ramah, dan sebagainya.
Anak memaknai dirinya sebagai bagian dari bangsa dan negaranya dengan menunjukkan semangat Patriotisme dan mempunyai semangat etnosentrime artinya  Definisi etnosentrisme di sini disempitkan pada sikap menunjukkan preferensi terhadap bangsa dan negaranya sendiri di banding yang lain. Hal ini, menurut hasil peneliti dkk. disebabkan oleh pengalaman anak berinteraksi dengan sikap dan perilaku yang memang menunjukkan preferensi terhadap bangsa dan negaranya. Artinya, anak akan cenderung melekatkan sikap dan perilaku yang menurutnya baik sebagai bagian dari skap dan perilaku bangsanya.
Untuk membuktikan hipotesis tersebut, dari hasil peneliti dkk. melakukan sebuah eksperimen yang melibatkan anak-anak dalam rentang usia 6-12 tahun. Eksperimen tersebut dilakukan di enam negara : Inggris, Belanda, Austria, Skotlandia, Belgia, dan Italia. Dalam eksperimen tersebut, anak-anak dihadapkan pada dua puluh tiga foto laki-laki dan diminta untuk menyelesaikan dua buah tugas. Pada tugas pertama, mereka diminta untuk menilai tingkat kesukaan mereka pada laki-laki dalam foto. Respon mereka terukur dari skala 1 sampai 4, di mana 1 adalah “Aku sangat suka dia” dan 4 adalah “Aku sangat tidak suka dia.” Kemudian, mereka diberitahu bahwa sebagian dari orang dalam foto tersebut berasal dari negara yang sama, sedangkan sebagian lagi tidak. Tugas mereka selanjutnya adalah menentukan siapa saja dari kumpulan foto tersebut yang berasal dari negara yang sama dengan mereka.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya kecenderungan anak-anak untuk menganggap orang yang mereka sukai sebagai orang yang berasal dari negara yang sama dengan mereka. Hal ini menunjukkan preferensi anak terhadap bangsanya sebagai sesuatu yang “baik” dan “disukai”. Namun, kecenderungan ini menurun seiring pertambahan usia (dilakukan perbandingan kelompok usia 6-8 tahun dan 9-12 tahun). Anak-anak yang lebih dewasa diperkirakan sudah bisa mempertimbangkan faktor karakteristik fisik orang dari negara asalnya saat melakukan tugas kedua. Hal ini diperkuat dengan membandingkan hasil eksperimen di lima negara (Austria, Inggris, Belanda, SKotlandia, dan Belgia) dengan hasil di Italia. Anak-anak Italia dapat lebih akurat menentukan kelompok orang yang berasal dari negara yang sama dengan mempertimbangkan perbedaan ciri fisik mereka dengan orang-orang di lima negara lain (kebanyakan orang di negara tersebut berambut pirang, Italia berambut gelap).
Di skala nasional, rasa cinta yang bernapaskan etnosentrisme dapat berfungsi sebagai media promosi kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa. Schaefer (2006) menilai perilaku merendahkan bangsa dan negara atau budaya lain dapat menumbuhkan semangat patriotik bagi suatu bangsa. Bangsa Indonesia cukup akrab dengan bentuk cinta tanah air yang bernapaskan etnosentrisme ini. Bahkan, ketika menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, Soekarno sempat memanfaatkan napas etnosentrisme ini untuk menumbuhkan semangat persatuan dengan menyebarluaskan jargon “Ganyang Malaysia”, “Amerika kita Seterika”, “Jepang kita Panggang”, dan “Inggris kita Linggis” (baca tulisan ).
Lebih dalam lagi, rasa cinta terhadap tanah air kemudian berkembang sebagai semangat kebangsaan yang dilandaskan pada kesadaran akan “keanggotaan dalam suatu bangsa yg secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran, dan kekuatan bangsa itu” (definisi nasionalisme menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia). Kecintaan ini didasarkan kesadaran akan identitas bangsanya dan semangat untuk mewujudkan kesejahteraan bersama, tidak semata untuk membela bangsa dari ancaman dalam maupun luar negeri. Seperti ketika kita bangga Pulau Komodo masuk dalam nominasi Keajaiban Dunia dan tergerak untuk memberikan suara dalam voting UNESCO, bukan karena saingan kita Malaysia, tapi karena bagi kita, keindahan Indonesia begitu membanggakan untuk dibagi dengan dunia.


 1.Melaksanakan Upacara Bendera
Rasa Cinta Tanah Air dapat ditanamkan kapada anak sejak usia dini agar rasa terhadap cinta tanah air tertananam d hatinya dan dapat menjadi manusia yang dapat menghargai bangsa dan negaranya contohnya degan upacara sederhana setiap hari Senin yang di lakukuan di sekolah degan menghormat bendera Merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya dgn penuh bangga, dan mengucapkan Pancasila degan semangat.
Kegiatan seperi ini bisa diarahkan pada 5 aspek perkembangan sikap perilaku maupun kemampuan dasar. Pada aspek sikap perilaku, melalui cerita bs menghargai dan mencintai Bendera Merah Putih, mengenal cara mencintai Bendera Merah Putih dengan merawat dan menyimpan degan baik, menghormati bendera ketika dikibarkan

2. Melatih Siswa didik Untuk Aktif Dalam Berorganisasi
Kegiatan anak di luar belajar formal juga melatih inisiatif. Anak yang melibatkan dirinya dalam organisasi, akan berusaha menjadi pribadi yang berguna. Inilah sebabnya, anak menjadi pribadi yang berinisiatif tinggi karena ia merasa diperlukan olh organisasinya. Anak yang berorganisasi juga cenderung lebih obyektif dalam menilai sesuatu. Ia terbiasa dengan perbedaan dan lebih mudah menerimanya. Anak juga lebih mudah menerima konflik yang biasa terjadi dalam organisasi.

3. Melalui Acara Memperingati Hari Besar Nasional
Kegiatan lain adlh memperingati hari besar nasional dgn kegiatan lomba atau pentas budaya, mengenalkan aneka kebudayaan bangsa secara sederhana degan menunjukkan miniatur tugu pahlawan serta tempat sejarah budaya candi & menceritakannya, gambar rumah & pakaian adat, mengenakan pakaian adat pada hari Kartini, serta mengunjungi museum bersejarah terdekat, mengenal para pahlawan melalui bercerita atau bermain peran. Bisa juga diintegrasikan dalam tema lain melalui pembiasaan sikap dan perilaku, misalnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, menyayangi sesama penganut agama, menyanyangi sesama dan makhluk Tuhan yang lain, tenggang rasa dan menghormati orang lain. Menciptakan kedamaian bangsa adalah juga perwujudan rasa cinta tanah air.

4. Melalui Lagu-Lagu Nasional
Yang tidak kalah menariknya adalah menanamkan rasa cinta tanah air melalui lagu lagu kebangsaan . Degan menyanyi apalagi jika diiringi degan musik, anak akan merasa senang, gembira, serta lebih mudah hafal dan memahami pesan yang akan disampaikan guru. Jika lagu wajib nasional dianggap masih terlalu sulit utk anak, maka guru bisa menciptakan lagu sendiri yg sesuai utk anak usia dini. Guru diberikan kebebasan untuk mengembangkan kreativitasnya di sekolah termasuk dlm menciptakan lagu. Lagu utk anak usia dini biasanya dgn kalimat yg sederhana, mudah diucapkan, mudah dipahami dan dihafalkan. Lagu sebaiknya yang bernada riang gembira, karena hal ini akan merangsang perkembangan otak anak, anak terbiasa untuk selalu riang dalam bekerja, cepat dalam menghadapi dan memutuskan masalah serta tidak cepat putus asa.

5. Memberikan Pendidikan Moral dan kedisiplinan
Membentuk moral anak bisa dilakukan lewat story telling (dongeng). Kegiatan membaca dongeng & berdiskusi antara guru dan anak, ini dapat dilakukan di sekolah maupun di rumah. Anak tentu saja menjadi anugerah terindah bagi setiap orangtua. Namun, ketika sang buah hati beranjak remaja atau dewasa, bisa jadi anak yg telah dibesarkan & dididik sebaik mungkin, menjadi anak yang tidak mengerti nilai2 moral dlm kehidupan
Sikapnya patuh dan taat kepada ibu guru dan sesama kawanya saling menghargai menghormati dalam kedisiplinan pribadi bila anak anak didik lebih memahaminya apa itu dsiplin pribadi
’Sebagai KORPS MENWA INDONESIA, tiap anggota Menwa indonesia harus mampu memberikan wawasan kebangsaan di lingkungan di mana ia berada, baik lingkungan kerja maupun rumah dan pribadinya ..ingat kita harus berwawasan kenegaraan demi Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia

Senin, 31 Maret 2014

Pecemaran


Pencemaran adalah suatu benda yang masuk ke suatu benda dalam lingkungan,yang menyebabkan kualitas menurun.

Pencemaran terjadi karena menigkatnya bahan ,sehingga konsentrasi nya menjadi tinggi

Contohnya pecemaran sungai yangg mengandung detegen dalam air sungai.Air, udara ,dan lahan.yang berpengaruh pada lingkungan kita. Serta kesejahteraan kita.

Pencemaran udara : udara secara alamia nitrogen oksigen, dan gas-gas lain yangg sangat kecil. Kalo tercemar , ada bahan-bahan baru masuk. Komposisi udara atmosfer kita berubah.

Jika susunan terbalik maka udara itu tercemar dan tidak sehat lagi.

Dampak pencemaran udara
- Efek rmh kaca , menyebabkan pemanasan global.
- lubang ozon,lapisan ozon menipis atau di suatu wilayah hilang.
- hujan asam,hujan yg kandungan nya asam.
-kabut asap (smog)
-human health
-ekosistem

Sumber pencemaran:
-industri yang mencemari
-kendaraan bermotor
-limbah rumah tangga
-kebakaran hutan
-kecelakaan yg tejadi pada bahan kimia yang berbahaya.

Bahan pencemar nya:
-Nitrogendioksida NO2
-karbonmonoksida CO
-lead =timbal


Yang diharapkan kita semua memikirkan bagaimana cara nya sumber pencemaran ini menjadi tidak tercemar.

Minggu, 30 Maret 2014

DEMOKRASI DI INDONESIA MAU DI BAWA KEMANA?



DEMOKRASI INDONESIA MAU DIBAWA KEMANA?

KONDISI DEMOKRASI DI INDONESIA

Pengertian demokrasi
Kata demokrasi berasal dari kata demos dan cratein. Demos berarti rakyat, sedangkan cratein berarti kekuasaan atau pemerintahan. Istilah demokrasi sudah dikenal sejak zaman Yunani Kuno. Jadi, pengertian demokrasi adalah pemerintahan rakyat atau pemerintahan yang rakyatnya memegang peranan yang sangat menentukan.
Di Indonesia adalah salah satu negara yang bersifat demokrasi , demokrasi di Indonesia cukup baik sekali , sifatnya terbuka membuka dampak-dampak kepada demokrasi negara. Yang dimaksudkan sifat nya terbuka seperti , suara-suara rakyat yang memberikan suatu masukan dan  kepada negara.
Saat sekarang dan awal tahun 2014 akan di adakan pemilihan calon legislatif, banyak orang yang mencalonkan diri menjadi wakil rakyat ini. Kampanye-kampanye banyak di lakukan dimana-mana dengan strategi-stategi jitu yang di miliki setiap partai. Kampanye yang di lakukan agar masyarakat dapat mengenal siapa yang mencalonkan diri sebagai caleg dari partai-partai tersebut.
Mayoritas semua janji yang di berikan caleg itu inti nya sama. Permasalah sekarang bagaimana janji-janji itu dapat di penuhi? Dari dulu sampe sekarang masyarakat pun banyak yang melakukan golput(tidak memilih), acuh kepada pemilihan-pemilihan legislatif.Faktor-faktor yang menyebabkan ini terjadi adalah karena kekecewaan masyarakat kepada janji-janji tersebut. Jika janji-janji tersebut tidak dipenuhi masyarakat akan melakukan tindakan seperti demo. Hal ini berdampak positif dan negative. Positif nya adalah ketika pemerintah mendengar suara rakyat atas ketidakpuasan rakyat. Negative nya adalah perusakan fasilitas umum.
APAKAH CALON-CALON LEGISLATIF PADA TAHUN INI AKAN MENGGENAPI JANJI-JANJI NYA? Faktor-faktor yang dapat menjadi tolak ukur dari janji-janji caleg-caleg tersebut adalah
1.PENGETAHUAN YANG DI MILIKI
2.KEPRIBADIAN DIRI YANG BAIK
3.KECERDASAN DALAM MELIHAT SITUASI NEGARA KITA
Semoga setelah pemilihan calon legislatif di Indonesia ini selesai, dan mereka menjalankan tugas nya sebagai wakil rakyat dapat menggenapi janji-janji nya agar demokrasi dan kemakmuran negara dapat berjalan baik dan berkembang maju.
Dan tak hanya itu juga masyarakat pun harus bergerak dalam membuat demokrasi dan kemakmuran yang baik ini dengan cara MEMBERIKAN YANG TERBAIK PADA NEGERI INI, JANGAN HANYA MEMINTA KEPADA NEGARA . Jika 2 faktor dari legislatif dan masyarakat tidak berjalan , maka demokrasi di Indonesia pun tidak akan berkembang.